Breaking News:

6 Orang Tewas di Tangan Polisi Pasca Derek Chauvin Dinyatakan Bersalah

Dalam kurun 24 jam setelah Derek Chauvin dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan George Floyd, setidaknya enam orang tewas di tangan polisi. 

Kompas.com
Dalam foto yang dirilis Penjara Hennepin County pada 31 Mei 2020, nampak Derek Chauvin ketika diambil tampak depan dan samping. Mantan polisi Minneapolis itu dituding membunuh George Floyd, setelah videonya menindih leher pria kulit hitam berusia 46 tahun selama hampir sembilan menit viral di media sosial. (AFP PHOTO/Hennepin County Jail/HANDOUT) 

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON DC - Dalam kurun waktu 24 jam setelah Derek Chauvin dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan George Floyd, setidaknya enam orang tewas di tangan polisi

Dalam persidangan Rabu, (21/4/2021), para juri dengan suara bulat menghukum Chauvin atas pembunuhan Floyd di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS). 

Chauvin, seorang mantan polisi, menindih leher George Floyd dengan lututnya selama sembilan menit hingga akhirnya George Floyd meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit pada 25 Mei 2020. 

Keesokan harinya setelah Chauvin diputus bersalah, sebanyak enam orang tewas di tangan polisi di seluruh AS sebagaimana dilansir Business Insider, Sabtu, (24/4/2021). 

Keadaan enam insiden bervariasi dan beberapa kasus menarik perhatian nasional, termasuk kematian Ma'Khia Bryant, seorang gadis kulit hitam berusia 16 tahun di Columbus, Ohio, AS. 

Bryant ditembak dan dibunuh setelah polisi menanggapi panggilan tentang percobaan penikaman.  

Di Worcester, Massachusetts, Phet Gouvonvong (31) menelepon 911 dan mengatakan bahwa dia memiliki bom. 

Ketika polisi merespons dan Gouvonvong bergerak ke arah polisi, dia ditembak dan meninggal di tempat kejadian. 

Baca juga: BREAKINGNEWS: The Entire Crew of the KRI Nanggala-402 Submarine Died

Baca juga: Kasus Covid-19 di India Makin Parah, AS dan China Siap Kirim Bantuan

Baca juga: Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 Turut Disorot Media Asing

Andrew Brown, seorang pria kulit hitam berusia 42 tahun, ditembak dan dibunuh ketika petugas melaksanakan surat perintah penangkapan di Elizabeth City, North Carolina, AS.

Di San Antonio juga ada dua korban meninggal di tangan polisi, namun identitas keduanya belum diketahui. 

Di Escondido, California, seorang pria kulit putih tewas setelah polisi mengatakan dia mengancam petugas dengan tiang logam setinggi 2 kaki, KTLA melaporkan.

Tidak jelas apakah petugas dalam penembakan-penembakan fatal itu akan menghadapi tuntutan hukum seperti Chauvin. 

"Kami sedang membuat perhitungan," kata Rachael Rollins, jaksa wilayah Boston kepada Associated Press.

"Jika kita bisa melaksanakan strategi dan bersatu, kita bisa membuat perubahan besar dan mendalam,” imbuh Rollins. (*)

Simak berita terupdate lainnya di Google News

Baca juga: President Joko Widodo: Lets Say Prayers for 53 Crew of KRI Nanggala-402

Baca juga: Pertemuan Terakhir Ibunda dengan Komandan Heri, Pernah Diajak Masuk KRI Nanggala 402

Baca juga: Panglima TNI Tundukkan Kepala, 53 Prajurit Hiu Kencana di KRI Nanggala-402 Gugur

Baca juga: Detik-detik Tenggelam, KRI Nanggala 402 Terbelah 3 Bagian, Seluruh Awak Gugur

Editor: Lia Sisvita Dinatri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved