Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Lampu Colok Tradisi Ramadhan di Karimun Ditiadakan karena Terbentur Dana

Lampu colok biasanya terhias di setiap malam 27 ramadhan tepat di sepanjang jalan yang berada di Kabupaten Karimun.

TRIBUNBATAM.id/Rachta Yahya
Tradisi lampu colok di Karimun pada Ramadhan 2019 lalu 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Festival lampu colok minyak tanah di Karimun kembali ditiadakan.

Lampu colok biasanya terhias di setiap malam 27 Ramadhan tepat di sepanjang jalan yang berada di Kabupaten Karimun.

Pada tahun ini juga merasakan hal yang serupa di tahun sebelumnya.

Pemerintah daerah Kabupaten Karimun, melalui Dinas Pariwisata Seni dan Budaya, memastikan tidak bisa di selenggarakannya festival tersebut.

"Pertama, di tahun ini kita masih dalam situasi dan kondisi pandemi covid-19, sehingga kita tidak bisa mengadakan festival lampu colok tersebut," ucap Sensissiana, Kepala Dinas Pariwisata.

"Kedua, ya karena memang tahun ini juga tidak ada anggaran untuk mengadakan kegiatan tersebut," tambahnya.

Selain itu, Sensissiana juga mempersilahkan bagi masyarakat yang ingin tetap memeriahkan dan melestarikan tradisi di setiap bulan ramadhan. Namun, di persilahkan dengan anggaran pribadi.

"Mereka boleh membuat festival lampu colok tapi dengan anggaran pribadi, karena lampu colok juga merupakan tradisi ketika di bulan suci ramadhan," pungkasnya.

Sementara, dari pantauan Tribunbatam.id, jalan yang biasanya didirikannya sebagai gapura atau gerbang dari lampu colok tersebut, Jalan Parit Benut, Jalan Sungai Raya Kecamatan Meral, juga tidak terlihat adanya bangunan yang sengaja dibuat untuk memeriahkan malam 27 Ramadhan mendatang.

Begitu pula, untuk 3 Kecamatan lainnya yang berada di Pulau Karimun besar.

Sementara, sebagian masyarakat juga merasakan sepinya akan ramadhan dua tahun terakhir ini.

Diketahui, sebelum pandemi covid-19 menyerang seluruh dunia, tanpa terkecuali Kabupaten Karimun. bangunan atau bentuk dari sebuah gapura itu beragam bentuknya.

Berbentuk bangunan masjid 3 dimensi, lengkap berserta tulisan arab dengan bacaan Allah dan Muhammad, serta ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Namun harapan tersebut juga masih sama di tahun sebelumnya.

Mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan hanya berharap agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir, sehingga menjalani kehidupan yang normal.

"Yang terpenting sekarang untuk kita dan untuk orang lain, harus memathui protokol kesehatan yang ketat. Menerapkan hidup dengan 5M," pungkasnya.(Tribunbatam.Id/YeniHartati)

Penulis: Yeni Hartati
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved