Breaking News:

KRI NANGGALA 402

Pesan Serda Setyo Wawan Kembali Viral Setelah Gugur: Saat Kapalmu Nyelam, Berarti Kamu Udah Mati

Pesan Serda Setyo Wawan kembali viral setelah ia gugur bersama KRI Nanggala-402. Tinggalkan pesan juga untuk anak dan istrinya.

Editor: Mona Andriani
Youtube Trans7 Official
Serda Setyo Wawan, kini gugur dalam tragedi KRI Nanggala 402 

Sebab, Posisi 53 Awak KRI Nanggala memang masih dalam pencarian dan deteksi dari peralatan canggih dari tim gabungan TNI dibantu oleh Polri dan kapal asing termasuk dari Singapura.

Seperti dikutip dari Tribunnews dalam artikel berjudul, "Profil MV Swift Rescue, Kapal Singapura yang Berhasil Foto KRI Nanggala 402 di Kedalaman 838 Meter".

Foto penampakan KRI Nanggala dari Citra Kamera MV Swift Rescue, Senin (26/4/2021), Insert KRI Nanggala beberapa waktu lalu
Foto penampakan KRI Nanggala dari Citra Kamera MV Swift Rescue, Senin (26/4/2021), Insert KRI Nanggala beberapa waktu lalu (Ist/handout)

Pengamat dan Pakar kapal selam dan kelautan dari ITS Surabaya Wisnu Wardhana menganalisa bagaimana kondisi benda yang berada dalam tekanan air 800 meter.

Sebab, tekanannya atau kepala seperti dinjak 100 ekor gajah. Dapat dibayangkan bagaimana kondisi kapal selam KRI Nanggala, dan bagaimana pula barang-barang, peralatan dan terutama kondisi 53 Awak KRI Nanggala di dalamnya.

"Secara hitung-hitungan kapal selam itu bisa menahan tekanan maksimal 20 bar atau di kedalaman 200 meter. Namun kini setelah tenggelam, kapal itu mendapatkan tekanan 80 bar atau 4 kali lebih kuat dari tekanan secara normal," jelasnya.

Maka dia mengibaratkan, sebuah benda yang kompress dan ditekan diluar batas kemampuan, akibatnya tak dapat dibayangkan."Kini kapal itu sudah berada di kedalaman 800 meter dan aritnya tekanannya kini 4 kali lipat atau 80 bar," ujarnya.

Penampakan terakhir Kapal Selam KRI Nanggala-402 di permukaan air sebelum dinyatakan hilang kontak dan tenggelam.
Penampakan terakhir Kapal Selam KRI Nanggala-402 di permukaan air sebelum dinyatakan hilang kontak dan tenggelam. (Musafir Negeri / duniamanji)

Menurut Wisnu, keretakan dan pecahnya kapal selam KRI Nanggala itu karena memang tekanan air yang mencapai 80 bar itu. Sebab secara teori kapal ini memiliki kemampuan menyelam di kedalaman 200 meter, namun Laut Bali yang kendalamannya mencapai lebih dari 800 meter itu, membuat kapal pecah karena terus ditekan.

Sementara itu, KSAL Laksamana Yudo Margono mengatakan, tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala bukan karena human eror, sebab proses dan prosedur penyelaman sudah benar.

Namun, pihaknya tetap akan melakukan investigasi menyeleuruh terhadap KRI Nanggala 402 untuk mencegah agar hal ini tidak lagi terjadi.

Untuk itu proses evakuasi dan pengangkatan akan segera dilakukan.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved