Breaking News:

KRI NANGGALA 402

Pesan Serda Setyo Wawan Kembali Viral Setelah Gugur: Saat Kapalmu Nyelam, Berarti Kamu Udah Mati

Pesan Serda Setyo Wawan kembali viral setelah ia gugur bersama KRI Nanggala-402. Tinggalkan pesan juga untuk anak dan istrinya.

Editor: Mona Andriani
Youtube Trans7 Official
Serda Setyo Wawan, kini gugur dalam tragedi KRI Nanggala 402 

"Tentunya diangkat dan dievakuasi agar tidak sekedar diangkat tetapi untuk ivenstasi menyeluruh, karena kita masih punya kapal selam sejenisnya agar kejadian seperti ini tidak lagi terjadi di masa mendatang," jelasn seperti dilansir dari kompas.tv.

Menteri Senior Singapura yang mengaku sangat sedih, saat tahu kondisi dan keberadaan 53 Awak KRI Nanggala belum ditemukan, pasca MV Swift Rescue Temukan Posisi KRI Nanggala.

Baca juga: Sempat Ngaku Kena Hack, Iman Akhirnya Ngaku Komentar Lecehkan Istri Prajurit KRI Nanggala-402

Menteri Senior Singapura berharap pihak TNI AL dibantu ROV Angkatan Laut Singapura bisa mengindentifikasi posisi di mana 53 Awak KRI Nanggala itu berada.

Rasa belasungkawa ini juga disampaikan melalui lawan Facebook oleh Menteri Senior Singapura Teo Chee Hean, Minggu (25/4/2021) malam.

Baginya, sukses MR Swift Rescue yang menemukan posisi KRI Nanggala memang patut diapresiasi, namun pihaknya sedih karena gagal menyelamat 53 Awak KRI Nanggala tersebut.

"Kami berharap 53 Awak segera diketahui posisinya, sehingga keluarga mendapatkan kepastian nasib orang yang mereka cintai. Kami mendoakan semua yang korban yang gugur dan khusus keluarga mereka yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan," jelasnya.

Seperti diketahui, Singapura mengirim MV Swift Rescue yang dilengkapi kendaraan penjelajah bawah laut, remotely operated vehicle (ROV) dan fitur canggih lainnya,  sukses melacak keberadaan KRI Nanggala.

Kapal angkatan Laut milik Singapura itu, mampu merekam dan mendapatkan citra kamera dan menemukan posisi KRI Nanggala-402 yang tenggelam di 838 meter.

Seperti diketahui, berdasarkan rekaman Citra Kamera, kapal selam KRI Nanggala-402 terbelah menjadi 3 bagian, di kedalaman 838 meter, di Utara Laut Bali pada Minggu (25/4/2021), posisi ditemukan oleh MV Swif Rescue, kapa selam milik angkatan laut Singapura.

Baca juga: Profil Aipda Fajar, Oknum Polisi Beri Komentar Kasar ke KRI Nanggala 402, Ternyata Perjaka Tua

Berikut Kecanggihan MV Swift Rescue

Kapal milik angkatan Laut Singapura ini memang canggih, sebab dilengkapi dengan seluruh fasilitas, mulai dari fitur-fitur canggih, kapal selam, perahu penyelamat jumbo, hingga kelengkap lainnya.

Maka itu, Kapal Singapura berhasil melacak keberadaan pasti dari KRI Nanggala, melansir laman Naval Technology, MV Swift Rescue merupakan Submarine Support and Rescue Vessel (SSRV) yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Republik Singapura (RSN).

Dibangun TS Marine

Seperti diketahui, bahwa Kapal selam ini, dibangun oleh ST Marine, anak perusahaan dari Singapore Technologies Engineering (ST Engineering).

Penyelamatan dalam Kondisi Sea State 5

Kapal ini mampu melakukan operasi penyelamatan dalam kondisi Sea State 5

Sea State 5 dalam hal ini merupakan laut dalam keadaan oseanografi, dimana kondisi umum permukaan laut bebas di wilayah perairan besar yang tengah bergejolak.

Dipengaruhi gelombang angin dan diserta arus air di lokasi dan keadaan tertentu. Dalam posisi ini Keadaan laut dikarakterisasikan oleh statistik, termasuk tingkat arus, periode, dan spektrum kekuatan. Sehingga keadaan dalam cuaca esktrem dan berubah-ubah.

Kapal ini diluncurkan pada November 2008, dilengkapi dengan kemampuan yakni,

Baca juga: Biodata Aipda Fajar, Oknum Polisi Berkomentar Kasal Soal KRI Nanggala, Diduga Depresi

- Submarine Escape and Rescue (SMER), dengan sistem penyelamatan mencakup Submarine Rescue Vehicle (SRV) dan Submarine Support and Rescue Vessel (SSRV), yang saling terintergrasi. Dikutip dari ISMERLO, Singapura membeli sistem penyelamatan kapal selam dari James Fisher Defense.

- Kapal ini sepenuhnya dioperasikan oleh perusahaan sipil, First Response Marine Ltd, yang mengumpulkan pemilik kapan M/V Swift Rescue dan James Fisher Defense. Sistem beroperasi sepenuhnya sejak awal 2009.

- Adapun M/V Swift Rescue dioperasikan oleh Singapore Technology Marine, dengan awak Swire Pacific Offshore.

- Sementara komando misi dan tim medis disediakan oleh RSN. Kapal mengoperasikan sistem penyelamatan, Deep Search and Rescue Six (DSAR 6) dan Transfer under Pressure (TUP), serta sistem intervensi, ROV Super Spartan.

Penulis: Sarah Elnyora/ SURYAMALANG.COM

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul Isi Pesan Serda Setyo Wawan Kru KRI Nanggala, Anggap Nyawanya Sudah Hilang saat Kapal Menyelam

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved