Gubernur Kepri Peringati Malam Nuzulul Quran di Masjid Agung Karimun, Ini Pesannya
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengajak masyarakat Karimun merefleksikan makna diturunkannya Al-Qur'an kepada umat Islam saat malam Nuzulul Quran
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad memperingati malam turunnya Al-Qur'an atau Nuzulul Quran di Masjid Agung Karimun, Rabu (28/4/2021) malam.
Pada kesempatan itu, Ansar Ahmad mengajak masyarakat Karimun untuk merefleksikan makna dan tujuan diturunkannya Al-Qur'an kepada umat Islam.
Ansar mengatakan, Al-Qur'an tidak diragukan lagi sebagai penuntun hidup umat yang di dalamnya sudah terangkum seluruh pedoman hidup.
"Sebagai mukjizat yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Baginda Nabi Muhammad SAW, Al-Qur'an merupakan kitabullah yang membuat kita bisa membedakan mana yang baik dan buruk," ucap Ansar saat peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1442 Hijriah di Karimun.
Dengan adanya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat, Ansar meyakini jika umat Islam memiliki kesempatan untuk hidup sesuai kehendak-Nya. Allah SWT menginginkan manusia sebagai makhluk ciptaannya yang istimewa untuk menjadi makhluk paling mulia antara makhluk ciptaannya yang lain.
Baca juga: Masuk Malam Nuzulul Quran, Ini Amalan dan Doa yang Dapat Dipanjatkan pada 17 Ramadhan
Baca juga: Setiap 17 Ramadhan Diperingati Sebagai Nuzulul Quran, Ini Bedanya dengan Lailatul Qadar
Karena itulah sebagai sarana untuk mencapai hal tersebut Allah SWT menurut Al-Qur'an bagi manusia.
Ansar mencontohkan bahwa dirinya yang saat ini diberikan amanah sebagai pemimpin Kepri sangat berpegang teguh pada Al-Qur'an. Dengan selalu berpedoman pada Al-Qur'an dirinya dapat belajar bagaimana menjadi pemimpin yang baik bagi rakyat.
"Membaca Al-Qur'an adalah perintah, mendalami Al-Qur'an adalah ibadah, mengamalkan ajaran di dalam Al-Qur'an adalah kewajiban," tuturnya.
Ansar kemudian mengajak masyarakat Karimun yang hadir untuk mengambil nilai peringatan Nuzulul Qur'an di tengah pandemi Covid-19 ini sebagai momen menguatkan, bahwa di masa tersulit pun Allah SWT sudah menyiapkan cara untuk membuat kita tetap kuat dan bersabar melalui Al-Qur'an.
"Saat ini kita sedang diuji, kemampuan kita melalui ujian ini akan menjadi pelajaran yang luar biasa kelak. Karena itulah pentingnya untuk kita senantiasa selalu kembali ke kitabullah," jelas Ansar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah, TS Arif Fadillah mengatakan, peringatan malam Nuzulul Qur'an di Karimun ini merupakan acara hari besar keagamaan pertama yang Gubernur Kepri hadiri di luar Tanjungpinang.
Meskipun begitu acara peringatan ini tetap dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh jemaah tampak memakai masker dan menjaga jarak sesuai batas yang ditentukan pengurus masjid.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Karimun Aunur Rafiq sangat bersyukur karena Gubernur Kepri hadir di Karimun untuk Safari Ramadhan sekaligus peringatan malam Nuzulul Qur'an.
"Di tengah padatnya jadwal beliau masih mau menyempatkan diri datang ke sini. Kami masyarakat Karimun sangat berterima kasih. Harapan kami pak gubernur mau sering-sering datang ke sini untuk melihat perkembangan Karimun," kata Aunur.
Di malam peringatan Nuzulul Qur'an itu, Ansar juga menyerahkan bantuan insentif kepada dua orang guru TPQ, satu orang guru DTA, satu orang imam hafidz, dan dua orang imam Masjid Agung Karimun.
(Tribunbatam.id/endrakaputra)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2904gubernur-kepri-ansar-ahmad1.jpg)