Breaking News:

Berinvestasi Yang Amanah Melalui Pasar Modal Syariah Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan program nya yang bertajuk "Gebyar Ramadhan Nusantara".

Penulis: Rebekha Ashari Diana Putri | Editor: Agus Tri Harsanto
Ist
Doddy Prasetya A. - Kepala Unit Pengembangan Bisnis Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia 

Salah satu syarat sebuah produk investasi disebut syariah adalah bila ia bebas dari unsur tanajusy dan tahrir (gharar).

Tanajusy adalah istilah untuk menyebut tindakan menawar barang dengan harga lebih tinggi oleh pihak yang tidak bermaksud membeli untuk melahirkan kesan banyak pihak berminat membeli.

Sedangkan Gharar upaya mempengaruhi orang lain baik dengan ucapan atau tindakan yang mengandung kebohongan agar terdorong untuk melakukan transaksi.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa investasi syariah harus bebas dari unsur spekulasi atau gorengan. Karena tidak diperkenankan mengandung unsur gorengan yang kerap memicu volatilitas harga, kinerja investasi syariah menjadi lebih stabil.

"Maka itu, investasi syariah adalah pilihan tepat bagi masyarakat muslim yang membutuhkan investasi dengan kinerja stabil dan jauh dari unsur goreng menggoreng harga," paparnya.

Perlu diketahui, adapun jenis-jenis investasi syariah sesuai fatwa MUI ialah Reksadana syariah, Saham syariah, Sukuk Negara Ritel, Investasi emas syariah, Obligasi syariah, Deposito syariah, Investasi properti, P2P lending.

"Variasi produk investasi syariah kini semakin banyak yang bisa dipilih sesuai dengan preferensi dan tujuan keuangan. Saat ini terdapat 293 reksadana syariah, 66 sukuk negara, 168 sukuk korporasi,dan 3 produk exchange threading syariah," pungkasnya.(TRIBUNBATAM.id/Rebekha Ashari Diana Putri)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved