Senin, 11 Mei 2026

Berinvestasi Yang Amanah Melalui Pasar Modal Syariah Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan program nya yang bertajuk "Gebyar Ramadhan Nusantara".

Tayang:
Ist
Doddy Prasetya A. - Kepala Unit Pengembangan Bisnis Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia 

B ATAM, TRIBUNBATAM.id - Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadan 1442 Hijriah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan program nya yang bertajuk "Gebyar Ramadhan Nusantara".

Kegiatan yang dimaksud merupakan program edukasi dan literasi terkait keuangan syariah yang dilaksanakan serentak oleh Kantor Pusat OJK Indonesia maupun Kantor Regional dan Kantor OJK yang tersebar didaerah Indonesia.

Program ini juga akan dilaksanakan oleh Kantor OJK Provinsi Kepulauan Riau.

Kantor OJK Kepri telah mengadakan beberapa program kegiatan, salah satunya ialah Talkshow dengan tema Berinvestasi Yang Amanah Melalui Pasar Modal Syariah Indonesia.

Diketahui pada tahun 20011 hingga 2021 atau selama 1 dekade merupakan masa kebangkitan pasar modal Syariah Indonesia.

Dimana, dimulai sejak tahun 2011, banyak inovasi penting yang diluncurkan oleh regulator dan stakeholder pasar modal syariah seperti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang diluncurkan oleh BEI, serta lainnya yakni Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI Nomor 80 Tahun 2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek.

Dengan adanya beberapa inovasi atau gebrakan produk-produk serta instrumen baru tersebut menunjukkan bahwa pasar modal syariah memiliki energi baru untuk tumbuh dengan masif sampai dengan tahun 2021 atau dalam 10 tahun terakhir.

"Salah satu yang signifikan yakni di tahun 2019 dan 2020 pasar modal syariah indonesia ini meraih penghargaan internasional artinya pasar modal syariah indonesia telah diakui oleh internasional sebagai pasar modal syariah terbaik di dunia," ucap Doddy Prasetya A. Kepala Unit Pengembangan Bisnis Pasar Modal Syariah BEI.

Selain itu pencapaian lainnya seperti adanya penambahan investor syariah yang signifikan. Di tahun 2011, tercatat ada sebanyak 531 investor pasar modal syariah, sedangkan pada Maret 2021 jumlah investor meningkat menjadi 93.870 investor.

"Dalam 10 tahun ini, meningkat pesat dan cukup signifikan. Disisi produk, saham syariah di tahun 2011 berjumlah 237 saham. Sedangkan hingga bulan Maret 2021 bertambah menjadi 434 saham syariah atau meningkat sebesar 59 persen. Sedangkan kapitalisasi pasar saham syariah juga berkontribusi sekitar 48,6 persen dari total kapitalisasi pasar," jelasnya.

Dari segi nilai, transaksi harian saham syariah dapat di rata-ratakan sebesar 58 persen dengan frekuensi transaksi harian sebesar 60 persen serta volume transaksi harian sebesar 46 persen.

"Artinya pasar modal syariah saat ini pangsa pasarnya sudah mendominasi pasar modal di Indonesia," paparnya.

Kendati demikian, Indra Novita P.H. Kepala Kantor BEI Perwakilan Provinsi Kepri menyebutkan bahwa jumlah investor saham syariah kini bertambah pesat, hal tersebut merujuk pada data dari BEI, dimana jumlah total untuk seluruh investor saham syariah di Indonesia saat ini (Maret 2021) berjumlah 2.196.854 single investor.

Sedangkan untuk SID pasar modal secara keseluruhan per Maret 2021 ialah 4.848.954.

Selain itu, berinvestasi di pasar modal syariah juga merupakan investasi yang paling aman untuk dilakukan.

Sebab investasi di saham syariah merupakan solusi utama untuk umat muslim untuk berinvestasi yang aman dan halal.

Dengan berinvestasi di pasar modal syariah, tentunya masyarakat akan dijauhkan dari riba sebab tidak mengandung unsur gharar dan maisir, dan juga memiliki kepastian karena akad.

"Investasi pada dasarnya adalah sebuah bentuk muamalah yang halal. Dan investasi syariah sendiri merupakan bentuk investasi yang mendukung level of prudent atau tingkat kepercayaan dalam praktek bisnis secara umum sebab mengkombinasikan antara ethics of business dan risk management yang terbentuk dari kerangka regulasi yang mendasari produk, transaksi maupun layanan," terangnya

Tak hanya itu, pasar modal syariah juga telah dilengkapi dengan fitur layanan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat atau investor untuk kebutuhan duniawi maupun akhirat.

Menariknya lagi, kinerja investasi syariah dinilai lebih stabil.

Salah satu syarat sebuah produk investasi disebut syariah adalah bila ia bebas dari unsur tanajusy dan tahrir (gharar).

Tanajusy adalah istilah untuk menyebut tindakan menawar barang dengan harga lebih tinggi oleh pihak yang tidak bermaksud membeli untuk melahirkan kesan banyak pihak berminat membeli.

Sedangkan Gharar upaya mempengaruhi orang lain baik dengan ucapan atau tindakan yang mengandung kebohongan agar terdorong untuk melakukan transaksi.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa investasi syariah harus bebas dari unsur spekulasi atau gorengan. Karena tidak diperkenankan mengandung unsur gorengan yang kerap memicu volatilitas harga, kinerja investasi syariah menjadi lebih stabil.

"Maka itu, investasi syariah adalah pilihan tepat bagi masyarakat muslim yang membutuhkan investasi dengan kinerja stabil dan jauh dari unsur goreng menggoreng harga," paparnya.

Perlu diketahui, adapun jenis-jenis investasi syariah sesuai fatwa MUI ialah Reksadana syariah, Saham syariah, Sukuk Negara Ritel, Investasi emas syariah, Obligasi syariah, Deposito syariah, Investasi properti, P2P lending.

"Variasi produk investasi syariah kini semakin banyak yang bisa dipilih sesuai dengan preferensi dan tujuan keuangan. Saat ini terdapat 293 reksadana syariah, 66 sukuk negara, 168 sukuk korporasi,dan 3 produk exchange threading syariah," pungkasnya.(TRIBUNBATAM.id/Rebekha Ashari Diana Putri)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved