Breaking News:

BATAM TERKINI

JUMLAH TKI Pulang Lewat Batam Diprediksi Melonjak, 2 Hotel Disulap Jadi Tempat Karantina

Menjelang Lebaran, jumlah PMI atau TKI yang pulang ke Indonesia lewat Batam diprediksi akan meningkat. 2 hotel disulap jadi tempat karantina.

tribunbatam.id/Endra Kaputra
Gubernur Kepualauan Riau (Kepri), Ansar Achmad mengakui jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau yang biasa disebut TKI yang pulang ke Tanah Air melalui Kepri jelang Lebaran meningkat. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Achmad mengakui jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau yang biasa disebut TKI yang pulang ke Tanah Air melalui Kepri jelang Lebaran meningkat.

Sebagai antisipasi lonjakan ini, pihaknya menyiapkan berbagai strategi.

"Saat ini lebih ramai karena mau Lebaran, apalagi ada pengumuman pemerintah pusat soal larangan mudik,” ujar Ansar saat berada di Batam, Jumat (30/4/2021) sore.

Diakuinya untuk tempat karantina para PMI, pihaknya bersama satgasus telah memutuskan 2 hotel di Batam sebagai tempat karantina, sebelumnya ada 8 hotel yang menjadi tujuan utama. 

“Dua hotel ini, satu untuk kelas menengah ke bawah, dan satu lagi kelas menengah ke atas,” katanya.

Setiap hotel itu akan dijaga ketat oleh pihak TNI/Polri dan Satpol PP.

Baca juga: INFO CUACA KEPRI - Besok, Minggu 2 Mei 2021, Sejumlah Wilayah Diperkirakan Masih Berpeluang Hujan

Agar PMI yang sedang menjalani masa karantina tidak keluar dari hotel. 

“Karantina selama 5 hari, setelah itu dua kali tes swab, jika hasilnya negatif, maka mereka baru boleh pulang ke daerah asal,” kata dia. 

Ia menyebutkan saat ini PMI yang kembali ke Indonesia dari Malaysia dan Singapura bisa mencapai 150 orang untuk satu kapal, dan dalam sehari ada dua kapal yang membawa PMI. 

“Biasanya PMI yang masuk 30-40 orang dalam sehari, ini semakin ramai,” katanya. 

Dengan jumlah PMI yang meningkat signifikan, Ansar telah menyampaikan kepada konsulat jenderal (Konjen) Indonesia di Malaysia melalui rapat secara virtual, untuk membantu pengawasan terkait dokumen tes Covid-19 para PMI.

Sebelumnya ditemukan dokumen tes PCR milik PMI yang diduga palsu. 

“Jangan sampai dari sama dicek negatif, sampai sini dicek positif, pernah suatu kali dari yang masuk, 25 persen itu positif Covid-19,” katanya.  (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved