Breaking News:

TRIBUN PODCAST

Ngobrol Bareng Manajemen Bank Syariah Indonesia di Batam, Apa Keunggulan Produk BSI?

Bank Syariah Indonesia atau BSI kini masuk dalam 10 bank terbesar di Indonesia. BSI gabungan dari 3 bank syariah. Simak keunggulan produk tabungannya

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Ngobrol Bareng Manajemen Bank Syariah Indonesia di Batam, Apa Keunggulan Produk BSI? Foto Tribun Podcast bersama manajemen Bank Syariah Indonesia di Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Setelah efektif per tanggal 1 Februari 2021, Bank Syariah Indonesia atau BSI masuk kategori dalam 10 bank terbesar di Indonesia yang memiliki aset dan laba yang memadai untuk berkompetisi dengan Bank BUMN lainnya.

Kehadiran BSI melengkapi pilihan masyarakat Indonesia terkait layanan jasa perbankan yang berprinsip syariah.

Untuk diketahui BSI merupakan bank yang terbentuk dari hasil merger tiga bank syariah pelat merah, di antaranya Bank BRI Syariah, Syariah Mandiri dan BNI Syariah.

Nah, untuk memudahkan nasabah bertransaksi, Bank Syariah Indonesia telah menyediakan beragam produk tabungan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

Produk tabungan yang dimiliki BSI memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan adanya kelebihan dan kekurangan menjadikan masyarakat Indonesia dapat mudah memilih jenis Tabungan sesuai kebutuhan bertransaksi.

Baca juga: Diresmikan Presiden Jokowi, BSI Ingin Bawa Indonesia Jadi Pusat Gravitasi Ekonomi Syariah Dunia

Baca juga: Transaksi Digital BSI Tembus Rp 40,85 T, BSI Mobile Naik 82 Persen

Tribun Batam melakukan wawancara ekslusif dengan Sena Pandu Prakarsa, Area Operation dan Service Manager Bank Syariah Indonesia dan Sahidah Purwanti, Area Retail dan Transaction Banking Manager Bank Syariah Indonesia dalam Tribun Podcast.

Berikut ulasan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing produk tabungan BSI.

AT : Anita (Host Tribun Batam)
MT : Muti (Host Tibun Batam)
SPP : Sena Pandu Prakarsa (Area Operation dan Service Manager Bank Syariah Indonesia)
SP atau akrab disapa IID : Sahidah Purwanti (Area Retail dan Transaction Banking Manager Bank Syariah Indonesia)

AT : Apa yang membedakan Bank Konvensional dengan Bank Syariah?

IID : Memang ada perbedaan, kalau di Bank syariah kita punya akad. Dari segmen produknya kita ada pendanaan, pembiayaan dan juga transaksi. Bank syariah diawasi dengan Dewan Pengawas Syariah dan MUI. Dan juga kita tak bisa menyalurkan proses pendanaan dan pembiayaan itu pada sektor yang sembarangan atau yang mana saja.

Ada batasan tertentu, contohnya non halal, dalam hal ini bisnis perhotelan. Tak bisa membiayai investasi minuman keras. Lalu di Bank Syariah juga ada bayar pajak buat pemerintah, di situ kita ada zakat yang 2.5 persen dari pengelolaan perusahaan, akan disalurkan untuk kemaslahatan umat di Indonesia. Contohnya membantu korban Covid-19.

AT : Apakah Bank Syariah mengutamakan prinsip keadilan?

IID : Iya benar. Kita gunakan prinsip keadilan. Dari usaha itu meningkat maka akan dibagi kepada nasabah semuanya secara peningkatan juga. Namun sebaliknya, kalau lagi kurang baik, maka akan sama-sama bagi rata. Itu prinsip bagi hasil yang digunakan bukan persentase bunga tapi nisbah.

AT : Mungkin ada yang mau ditambah pak soal perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvensional?

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved