Breaking News:

MAY DAY

Perjuangan Buruh 8 Jam Bekerja Ternyata Diawali Pertumpahan Darah, Ini Sejarah 1 Mei & Tokoh Sentral

Sejarah awal May Day diperkirakan terjadi pada pertengahan abad ke-19 ketika para pekerja industri seharusnya bekerja selama 12-15 jam sehari.

Wik Commons
Ukiran kerusuhan yang menunjukkan api dan asap yang berlebihan ini diterbitkan di surat kabar dan majalah populer selama beberapa hari dan minggu setelah kerusuhan Haymarket abad sekira abad ke-19 tentang perjuangan buruh. Pada saat itu, buruh dipekerjakan paksa antara 15-16 jam sehari. Sehingga muncul gelombang protes buruh di berbagai negara terutama Amerika. 

TRIBUNBATAM.id - Momen May Day yang jatuh pada 1 Mei setiap tahunnya, merupakan Hari Buruh Internasional. 

Dan pada tanggal ini, merupakan tanggal merah dimana semua kantor pelayanan publik pemerintahan dan swasta umumnya libur.

Sejarah awal May Day diperkirakan terjadi pada pertengahan abad ke-19 ketika para pekerja industri seharusnya bekerja selama 12-16 jam sehari.

Mereka tidak memiliki lingkungan kerja yang lebih baik.

Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh setiap tanggal 1 Mei juga berasal dari aksi demonstrasi besar-besaran serikat buruh di Amerika Serikat pada 1 Mei 1886.

Pekerjaan Asli Dalang Babi Ngepet Terungkap, Adam Ibrahim Susun Rencana Sejak Maret

Aksi buruh itu menuntut pemberlakuan sistem 8 jam kerja per harinya.

Maklum saja, pada saat itu sistem kerja 8 jam tak lazim dikenal oleh pemilik pabrik atau majikan. Mereka, para buruh masih dituntut kerja 16 jam per harinya.

Karena hal ini, pada tahun 1886, ribuan pekerja industri memimpin pemogokan nasional di Amerika Serikat dan menuntut kondisi kerja yang lebih baik yang terdiri dari 8 jam kerja dalam sehari.

Itu tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di Jerman, Inggris dan Prancis.

Dikatakan bahwa manifesto komunis yang ditulis oleh Karl Marx (seorang filsuf, jurnalis, reformis, dan ekonom Jerman) telah membuat dampak besar pada pekerja industri dan organisasi yang didedikasikan untuk hal yang sama.

Halaman
1234
Editor: Filemon Halawa
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved