Selasa, 5 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Sejarah Hari Pendidikan Nasional, Perjuangan Ki Hajar Dewantara hingga Bangun Sekolah

Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas yang selalu diperingati setiap 2 Mei menyimpan sejarah panjang.

Tayang:
ISTIMEWA
Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas yang selalu diperingati setiap 2 Mei menyimpan sejarah panjang. 

TRIBUNBATAM.id - Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas yang selalu diperingati setiap 2 Mei menyimpan sejarah panjang.

Pendidikan adalah salah satu hal paling penting dalam kehidupan manusia.

Dengan pendidikan, manusia dibentuk menjadi lebih berilmu dan bermartabat.

Melihat betapa pentingnya pendidikan bagi manusia, dibentuklah peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Lantas, bagaimana sejarahnya?

Sejarah Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas

Secara singkat, penetapan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional diambil dari hari kelahiran tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara.

Sosok tokoh asal Yogyakarta ini meninggalkan begitu banyak warisan bagi dunia pendidikan nasional, mengutip Kompas.com (2/5/2020).

Ki Hajar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa yang merupakan sebuah tempat yang memberikan kesempatan bagi penduduk pribumi biasa untuk dapat menikmati pendidikan yang sama dengan orang-orang dari kasta yang lebih tinggi.

Ki Hajar Dewantara juga terkenal dengan tulisannya, dimana seringkali terlibat masalah dengan Belanda akibat dari tulisan-tulisan yang tajam yang ditujukan untuk pihak Belanda.

Salah satu tulisan yang terkenal adalah Als Ik Eens Nederlander Was, yang dalam bahasa Indonesia berarti Seandainya Saya Seorang Belanda.

Karena tulisan tersebut Ki Hajar Dewantara akhirnya dibuang ke Pulau Bangka oleh Belanda.

Namun pada akhirnya Ki Hadjar Dewantara mendapatkan bantuan dari Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesumo yang meminta agar dipindahkan ke Belanda.

Semboyannya yang paling terkenal berbunyi: "Ing ngarsa sung tulodho, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani", yang artinya "Di depan (guru) harus memberi contoh yang baik, di tengah-tengah (muridnya) harus menciptakan ide dan prakarsa, di belakang harus bisa memberi dorongan dan arahan).

Semboyan tersebut hingga saat ini masih digunakan dalam sistem pendidikan di Tanah Air, misalnya "Tut wuri handayani" yang dituliskan di dalam logo Kemendikbud.

Tidak hanya semboyan, Ki Hajar Dewantara di sepanjang hidupnya juga telah memperjuangkan hak belajar kaum Pribumi di masa penjajahan Belanda dengan mendirikan lembaga Taman Siswa di Jogja.

Di sana, masyarakat yang semula kesulitan mengakses pendidikan kini bisa sama-sama merasakan luasnya samudera ilmu sebagaimana didapatkan oleh kelompok bangsawan.

Dengan begitu, bangku pendidikan yang semula tidak mungkin terjangkau oleh kalangan Pribumi mulai bisa dinikmati.

Upacara Hardiknas 2021

Tahun ini, Hardiknas jatuh pada Minggu (2/5/2021) dengan situasi pandemi seperti tahun lalu.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor: 27664/MPK.A/TU.02.03/2021 menyampaikan sejumlah imbauan terkait peringatan Hardiknas tahun 2021.

Pertama, Kemdikbud akan menyelenggarakan upacara peringatan Hardiknas 2021 secara tatap muka, terbatas juga minimalis, dan dengan protokol kesehatan pada Minggu (2/5/2021) pukul 08.00 WIB.

Untuk segenap instansi dan satuan pendidikan baik yang ada di pusat, luar negeri, maupun daerah diperkenankan menyelenggarakan upacara peringatan Hardiknas 2021 secara tatap muka, terbatas dan minimalis, dengan protokol kesehatan, apabila berada di zona kuning atau hijau.

Sementara instansi dan satuan pendidikan yang ada di zona merah atau oranye, diimbau untuk mengikuti jalannya upacara peringatan secara daring melalui kanal YouTube Kemendikbud RI atau saluran TV Edukasi dari rumah masing-masing.

Tema Hardiknas 2021

Melansir Kompas.com dengan judul "Hari Pendidikan Nasional 2021: Sejarah, Tema, dan Link Download Logo", tema Hardiknas 2021 yang diambil oleh Kemendikbud adalah "Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar".

Seperti diketahui, "Merdeka Belajar" merupakan tema besar dari kebijakan pendidikan yang diangkat oleh Menteri Nadiem Makarim sejak ditunjuk menjadi Mendikbud oleh Presiden Jokowi, Oktober lalu.

Di dalam konsep itu, terdapat 4 program yakni:

  • Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai uji kompetensi siswa yang bisa dilakukan dengan cara ujian tertulis maupun penilaian lain yang lebih komprehensif;
  • Penghapusan Ujian Nasional (UN) di tahun 2021 dan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimun dan Survei Karakter;
  • Menyederhanakan atau memangkas sejumlah komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
  • Peraturan PPDB Zonasi digunakan dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah.
    Link download logo

Logo Hardiknas 2021

Ada pun logo khusus untuk peringatan Hardiknas tahun ini berupa logo berbentuk menyerupai 2 hati yang tersambung sehingga menyerupai bentuk bintang.

Di sekelilingnya terdapat 5 lingkaran.

Jika dilihat dengan lebih seksama, logo dengan gradasi 3 warna, biru, hijau, dan kuning itu menggambarkan 5 orang yang bergandengan dan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.

Logo ini akan disertakan dalam setiap agenda offline juga unggahan media digital yang berkenaan dengan peringatan Hardiknas 2021.

Untuk itu, bagi pihak yang membutuhkan logo Hardiknas 2021 dapat mengunduhnya di laman www.kemdikbud.go.id.(*)

Berita lain tentang TRIBUN WIKI

Baca berita terbaru lainnya di Google

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved