BATAM TERKINI
MELONJAK, Selama Sebulan, 1.079 Warga Batam Kena Covid-19, Ini Pesan Pakar Epidemiologi
Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam melonjak bahkan bertambah 1.079 orang hanya dalam waktu sebulan selama April 2021.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam melonjak bahkan bertambah 1.079 orang hanya dalam waktu sebulan selama April 2021.
Jumlah kasus yang meningkat dalam sebulan ini melebihi penambahan di bulan September 2020, dengan jumlah 970 orang.
Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam, kasus positif pada 14 hari terakhir di bulan April 2021 rata-rata bertambah 50 orang per hari.
Angka ini melampaui rata-rata puncak kasus Covid-19 di bulan Oktober 2020 yang sebanyak 40-41 orang per hari.
Pakar Epidemiologi, Asep Zaenal Mustofa menjelaskan, penyebab meningkatnya jumlah kasus ini tak lepas dari longgarnya penerapan protokol kesehatan, capaian vaksinasi yang belum merata, serta kurangnya upaya tracing, testing dan treatment (3T) di Kepulauan Riau (Kepri).
"Untuk Kepri, yang divaksin dosis 1 dan 2 baru 3,1 persen dari jumlah sasaran, yaitu sekitar 45.778 orang dari 1.476.091 sasaran penduduk," jelas Asep.
Belum meratanya vaksinasi di Kepri disusul pula dengan penerapan disiplin protokol kesehatan yang masih longgar.
Tim Terpadu Penegakkan Protkes, pada Sabtu (1/5/2021) malam, mendapati sejumlah kedai kopi dan pusat kuliner yang masih abai protokol kesehatan.
Dari razia yang dilakukan Sabtu malam tersebut terdapat sedikitnya 13 kedai kopi dan pusat kuliner yang masih longgar menerapkan protokol kesehatan.
Hal ini dilihat dari jumlah pengunjung yang tidak dibatasi, serta pengaturan kursi dan meja yang masih kurang berjarak, dan pengunjung masih abai terhadap pemakaian masker.
"Guna menurunkan angka paparan Covid-19, harus ditingkatkan kembali skema 3T agar lebih maksimal, serta protkes 5M dilaksanakan lebih ketat dengan pengawasan tim terpadu," ujar Asep.
Baca juga: KASUS Baru Covid-19 di Batam Bertambah 39, Kebanyakan Jalani Isolasi Mandiri
Menurutnya, pelaksanaan 3T saat ini juga belum optimal jika dibandingkan dengan standar WHO yang mengharuskan tracing dilakukan pada minimal 30 kontak erat dari satu pasien Covid-19. Selama ini, WHO menentukan standar testing Covid-19 bagi suatu negara minimal 1 per 1000 penduduk per minggu.
"Contoh di Batam, per 28 April 2021, menginjak minggu ke-59 seharusnya sudah dilakukan testing sebanyak 76.514 orang, tetapi dari informasi yang diperoleh, testing dengan PCR baru 31.367 orang atau 24,13 per 1000 penduduk," jelas Asep.
Ia menambahkan, di bulan Ramadan ini, Satgas Covid-19 perlu memperhatikan pencegahan bagi timbulnya klaster-klaster baru.
Sebagai contoh, diharapkan klaster jemaah tarawih seperti yang terjadi di Banyumas, Jawa Tengah, tidak terjadi di wilayah mana pun di Kepulauan Riau.
"Diimbau untuk tempat-tempat ibadah agar selalu melaksanalan protkes ketat, seperti contohnya, ceramah dan rakaat salat diperingkas, shaf diatur berjarak, dan diwajibkan bagi jemaah untuk memakai masker dan membawa alat salat sendiri," imbau Asep. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/update-covid-19-update-virus-corona-update-coronavirus-15052020.jpg)