Breaking News:

HUMAN INTEREST

CERITA Briptu Rahmat, Harus Banyak Stok Sabar Jaga Keamanan Pelabuhan saat Musim Mudik

Kisah Briptu Rahmat Dani atau yang akrab disapa 'bang Ramat' saat melayani para pemudik di Pelabuhan Domestik Sekupang Batam.

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Anggota Polsek Kawasan Khusus Pelabuhan, Briptu Rahmad 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Briptu Rahmat Dani disapa akrab 'bang Ramat' itu tampak sigap mengawasi penumpang yang berangkat dan datang.

Berseragam lengkap menggunakan topi, dan ditempelin embelem di lengan tangannya terpasang tulisan Satgas Covid-19 provinsi.

Briptu Rahmat akan terlihat respon kepada pengunjung pelabuhan.

Tak segan-segan ia akan menolong penumpang yang membutuhkan bantuan.

Briptu Rahmat sehari-hari hanya menghabiskan waktu di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang.

Bagi warga pelabuhan dan penumpang, nama Rahmat sudah terdengar akrab di telinga, apalagi mereka yang sering berkunjung ke pelabuhan.

"Maskernya bapak ibu, jangan lupa dipakai. Tetap menerapkan protokol kesehatan," ujar Rahmat menghimbau para penumpang di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang, Rabu (5/5/2021) pagi.

Pagi itu Rahmat tampak sigap memberikan teguran bagi penumpang yang lalai pada penerapan protokol kesehatan.

Bertugas di pelabuhan, Rahmat mengaku harus banyak bersabar.

Bukan tanpa alasan, sebagai petugas pelabuhan banyak hal yang dijumpai.

Baca juga: BAYI Umur 9 Bulan di Tanjungpinang Kena Corona, Pasien Covid-19 Baru Tambah 16 Orang

Mulai dari model penumpang yang 'bandel' dan sebagainya.

"Harus banyak-banyak sabar bang, namanya kita pelayanan kepada masyarakat penumpang," ujar Rahmat singkat.

Setiap waktu Rahmat akan stanby di pintu keberangkatan dan kedatangan penumpang. 

Dengan sikapnya yang ramah kesetiap penumpang, ia pun dapat menertibkan dan mengatur arus penumpang di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang setiap harinya.

"Biasalah bang, tugas. Walau kadang pengen marah lihat penumpang yang sering berbohong," kata Rahmat.

Kenapa berbohong, kata dia, banyak penumpang yang membohongi petugas pemeriksaan kesehatan. 

"Bukan sikit lagi, nanti penumpang ini mau berlayar ke Selat Panjang, Dumai, Bengkalis pas dipintu pemeriksaan keberangkatan bilangnya mau ke Tanjung Balai Karimun padahal pas beli tiket ternyata ke Dumai. Sering itu dilakukan supaya menghindarian repid tes," kata Rahmad.

Beragam tingkah laku penumpang harus dihadapi Rahmat, itu pula lah yang melatih kesabarannya sebagai seorang petugas.

Meski usianya masih terbilang muda, pria kelahiran Batam 1993 ini memiliki semangat yang gigih, ia selalu menghabiskan waktu sehari-hari hanya untuk pekerjaan.

"Gimana tak sibuk bang, tugas di pelabuhan dari pagi sampai sore. Kalau dapat piket SPKT lanjut pagi sampai pagi. Kadang bawa baju ganti dari rumah dan mandi di Polsek aja," ucap Rahmat. 

Sembari berbincang dengan TRIBUNBATAM.id, pandangan Rahmat tak henti menoleh ke arah penumpang.

Warga yang tak menggunakan masker akan langsung di 'sikat' Rahmat melayangkan teguran.

Kurun waktu satu tahun bertugas di pelabuhan, Rahmat mengaku cukup menyenangi aktivitasnya.

Berbaur dengan masyarakat. Setiap pagi Rahmat sudah akan berangkat dari rumah pada pukul 06:30 WIB dan pulang 18:00 WIB.

"Kadang lebih cepat lagi bang, apalagi jelang hari besar, macam sekarang ini, tadi pagi saya berangkat dari rumah jam 5 subuh nanti pulang jam 6 sore," kata Rahmat.

Meski masih terbilang muda dalam berdinas di Kepolisian, pengalaman Rahmat tak kalah menarik dengan polisi lainnya.

Sederet tugas telah ia jalani mulai dari menjaga rumah dinas Kapolres dan di Satuan Sabhara hingga Polsek.

"Tugas pertama jaga rumah dinas Kapolres di Lingga, kala itu pak Surisman, pak Muji Supriyadi dan pak Ucok Lasdin Silalahi," sebut Rahmat.

Tak hanya penjagaan rumah dinas, Rahmat juga pernah di Satbara Polres.

Jadi setiap kali ada aksi demosntrasi maka ia akan turun bersama rekannya.

"Kalau itu naru seru bang, bawa motor trail pakai senjata langsung dari Lingga ke Batam, iyaa gitulah kadang seru. Namanya tugas," ujar Rahmat sembari tersenyum.

"Pakkk, itu maskernya dipakai jangan tarok didagu. Mohon jaga jarak," seru Rahmat dengan nada keras mengingatkan penumpang di pintu kedatangan.

"Saya kesana ngatur penumpang dulu iya bang," kata Rahmat mengakhiri perbincangan. (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved