Breaking News:

NATUNA TERKINI

Stok Beras Bulog di Natuna Cukup hingga Juli 2021, Harga Sembako dan Bahan Dapur Normal

Kepala Disperindagkop Natuna Agus Supardi menyebut stok beras Bulog di Natuna aman untuk 4 bulan dari Maret lalu. Artinya cukuk hingga Juli 2021

tribunbatam.id/Muhammad Ilham
Foto Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop) Kabupaten Natuna, Agus Supardi saat dikonfirmasi di Ruang Kerjanya, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepri, Senin (3/5/2021) 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Ketersediaan beras bulog di Natuna aman hingga Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang sudah hitungan hari lagi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop) Natuna, Agus Supardi.

"Kalau untuk stok beras kita per bulan Maret kemarin stok kita bisa untuk 4 bulan. Stok beras itu ada di Gudang Bulog Ranai dan Sedanau," ujar Agus kepada Tribunbatam.id, di Ruang Kerjanya, Kantor Disperindagkop Kabupaten Natuna, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepri, Senin (3/5/2021).

Artinya, ketersediaan bulog di Natuna cukup untuk Lebaran 1442 Hijriah hingga Juli 2021.

Tak hanya beras, kebutuhan lainnya, seperti cabai, bawang, sayur, gula, telur dan lainnya juga begitu.

Baca juga: UPDATE Harga Cabai di Pasar Tos 3000 Batam Jelang Lebaran 2021

Suasana Pasar Tradisional Ranai Natuna, di Jalan Datuk Kaya Wan Mohd Rasyid, Kelurahan Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepri, Selasa (4/5/2021)
Suasana Pasar Tradisional Ranai Natuna, di Jalan Datuk Kaya Wan Mohd Rasyid, Kelurahan Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepri, Selasa (4/5/2021) (tribunbatam.id/Muhammad Ilham)

Hanya saja lanjut Agus, saat ini kemampuan atau daya beli masyarakat berkurang.

Ia menjelaskan, harga jual sembako di Natuna saat ini normal dan cenderung turun harga.

"Turunnya harga sembako itu akibatkan berlakunya prinsip ekonomi, 'stok banyak daya beli pembeli kurang', sehingga harga relatif bersahabat," ujarnya.

Pantauan Tribunbatam.id, di Pasar Tradisional Ranai Natuna, Selasa (4/5/2021) pagi, terlihat aktivitas warga di pasar tidak ramai dan bahkan sepi pembeli.

Hal itu dirasakan langsung oleh seorang ibu pedagang pasar, Nanik (43) mengatakan, salah satu faktor turun harga sejumlah sembako akibatkan kurangnya daya beli masyarakat dan melimpahnya stok.

"Selain stok yang banyak, daya beli masyarakat juga berkurang akibat corona," ucap Nanik.

(Tribunbatam.id/Muhammad Ilham)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Natuna

Penulis: Muhammad ilham
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved