Breaking News:

Ujung-ujungnya Minta Maaf, Hina Pengunjung Mal Bermasker Lemas Diringkus Polisi, Dihukum Layani ODGJ

Putu Aribawa yang mengumpat pengunjung salah satu mal yang memakai masker diringkus Satreskrim Polrestabes Surabaya dan ujung-ujungnya minta maaf

KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN
Ujung-ujungnya Minta Maaf, Hina Pengunjung Mal Bermasker Lemas Diringkus Polisi, Dihukum Layani ODGJ 

TRIBUNBATAM.id - Seperti yang banyak pelaku kejahatan siber lakukan saat ditangkap polisi, mereka akan lusu dan tertunduk seraya mengucapkan permohonan maaf.

Hal itu juga yang dilakukan Putu Aribawa usai diciduk polisi atas ulah provokatif menghasut masyarakat.

Ia diringkus tak lama videonya viral mengumpat pengunjung mal yang memakai masker.

Dalam video yang beredar dan viral, warga Driyorejo, Gresik, Jawa Timur itu tak memakai masker.

Saat dihadirkan dalam gelar perkara di Polrestabes Surabaya, Putu mengakui kesalahannya setelah diringkus Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya.

Sambil tertunduk, ia meminta maaf kepada masyarakat di Indonesia, khususnya Kota Surabaya atas perbuatan yang sudah dilakukan dalam video yang viral tersebut.

Baca juga: Kasus Corona di Tanjungpinang Meningkat, Wali Kota Sidak ke Kedai Kopi, Banyak Abai Prokes

"Saya di sini, atas nama Putu Aribawa, dengan adanya video yang saya upload di Supermall Pakuwon Surabaya.

Saya meminta maaf kepada masyarakat yang sudah melihat video saya, khususnya masyarakat Kota Surabaya," kata Putu, di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (4/5/2021).

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali), pelaku telah melanggar protokol kesehatan (prokes) dan termasuk pelanggaran berat.

Video sejumlah oknum Satpol PP joget-joget di sebuah pesta pernikahan viral di media sosial diduga tanpa protokol kesehatan.
Video sejumlah oknum Satpol PP joget-joget di sebuah pesta pernikahan viral di media sosial diduga tanpa protokol kesehatan. (Tangkap layar via Tribun Sidrap)

Menurut Eddy, pernyataan Putu dalam video yang viral dinilai provokatif dan menghasut orang lain agar tidak patuh prokes.

Halaman
123
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved