Breaking News:

Negara Israel Bakal Tinggal Nama? Jenderal Militer Iran Sesumbar Sudah Temukan Kelemahan Israel

Israel dan Iran kembali bersitegang. Mayor Jenderal Hossein Salami, yang merupakan Komandan Garda Revolusi Iran sesumbar bisa kalahkan Israel

Editor: Filemon Halawa
KOLASE TRIBUN BATAM / LEO HALAWA
Panglima Militer Israel, Letjen Aviv Kohavi (Kiri) dan Komandan Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Hossein Salami (Kanan). (*Disclaimer : Foto hanya sebuat ilustrasi 

Perwira tinggi Garda Revolusi Iran itu menambahkan, Israel sangat berisiko karena ketergantungannya pada perdagangan maritim.

Hossein Salami mengeklaim, perdagangan maritim menyumbang 90 persen dari keseluruhan perdagangan Israel.

Rute-rute pelayaran maritim tersebut, tambahnya, dapat dengan mudah diganggu.

Menurutnya ukuran Israel yang relatif kecil membuatnya rentan terhadap serangan yang menghancurkan.

"Kelemahan terbesar mereka adalah bahwa setiap tindakan taktis dapat menyebabkan kekalahan strategis bagi mereka," kata Hossein Salami.

Perintah Presiden Joe Biden, Militer AS Lakukan Serangan Udara ke Suriah yang Dituding Pro-Iran

"Yang berarti bahwa hanya satu operasi dapat menghancurkan rezim ini,” imbuh Hossein Salami.

Pernyataan itu muncul ketika AS dan Iran masih melakukan pembicaaran tidak langsung di Wina mengenai kesepakatan nuklir 2015.

Pembicaraan tersebut bertujuan mengoordinasikan kembalinya Washington ke dalam kesepakatan nuklir yang ditinggalkan AS pada 2018 oleh mantan Presiden AS Donald Trump.

Kedua belah pihak berusaha mengatasi kebuntuan mengenai persyaratan kemungkinan kembalinya pemerintahan Presiden AS Joe Biden ke dalam kesepakatan itu.

Pembicaraan tersebut juga membahas penerapan ulang batas pengayaan uranium dari Teheran.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved