Minggu, 3 Mei 2026

Tekan Penyebaran Covid-19 di Kepri, Gubernur: RT/RW Bisa Jadi Ujung Tombak Satgas

Ansar Ahmad meminta Bupati dan Walikota se-Provinsi Kepri agar membentuk Satgas sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menginstruksikan para Kepala Daerah untuk menyiapkan ruang isolasi tambahan guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. 

TRIBUNBATAM, id - - Kasus Covid 19 di Kepulauan Riau (Kepri) menujukkan tren kenaikan yang cukup signifikan. Gubernur Kepri Ansar Ahmad menginstruksikan para kepala daerah untuk menyiapkan ruang isolasi tambahan dan membentuk Satgas penanganan Covid-19 hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Bahkan menjadikan RT dan RW ujung tombak Satgas.

"Kami instruksikan menginstruksikan ke Bupati dan Wali Kota agar mengantisipasi hal terburuk jika memang terjadi lonjakan. Maka rumah sakit dan ruang isolasi harus dipersiapkan dengan baik," ujar Ansar, Jumat (7/5/2021) lalu.

Ansar mengatakan, kapasitas ruang perawatan dan ruang isolasi pasien Covid-19 di Kepri saat ini masih mencukupi. Namun, dirinya tidak menampik ada peningkatan kasus Covid 19 di daerah yang dipimpinnya.

"Karena itu persiapan untuk kemungkinan yang terburuk harus dilakukan. Saya juga baru saja meninjau RSKI Pulau Galang untuk memastikan kesiapan prasarana pendukung rumah sakit itu untuk perawatan pasien Covid 19 yang baru masuk termasuk yang dari pekerja migran Indonrsia yang kita tangani," jelasnya.

Ansar juga meminta Bupati dan Walikota se-Provinsi Kepri agar membentuk Satgas sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

"Bahkan kalau perlu RT dan RW dijadikan ujung tombak Satgas penanganan Covid 19 yang secara intensif turun ke masyarakat. Saya juga minta lembaga seperti Posyandu, BKMT, Ormas, organisasi kepemudaan dan lainnya ikut aktif membantu pemerintah menekan penyebaran Covid 19," harap Gubernur.

Ia juga mengingatkan para tokoh masyarakat dan tokoh agama agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam tiap pelaksanaan kegiatan.

"Dengan adanya kasus-kasus yang positif serta munculnya klaster baru itu mudah-mudahan jadi pelajaran kepada semuanya. Bahwa penerapan protokol kesehatan itu penting. Karena itu saya berharap para ulama, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan semua pihak agar betul-betul menerapkan protokol kesehatan," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved