Breaking News:

VIRUS CORONA DI BATAM

Pelaku Usaha Pariwisata Batam Menjerit, Imbas 9 Kecamatan Zona Merah Covid-19

Pelaku usaha wisata Batam 'menjerit'. Mereka merasakan betul imbas pandemi Covid-19.

TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Pelaku Usaha Pariwisata Batam Menjerit, Imbas 9 Kecamatan Zona Merah Covid-19. Foto stan pelaku usaha Wisata Alam Mangrove Pandang Tak Jemu di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (9/5/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus covid-19 di Batam perkembangannya terus meningkat.

Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam melaporkan, peningkatan kasus terjadi sejak pertengahan bulan April hingga Mei 2021.

Sembilan kecamatan di Batam pun berstatus Zona Merah Covid-19.

Sembilan kecamatan itu di antaranya Kecamatan Bengkong, Kecamatan Nongsa, Kecamatan Batamkota, Kecamatan Sei Beduk.

Kemudian Kecamatan Sagulung, Kecamatan Batuaji, Kecamatan Sekupang, Kecamatan Lubukbaja, dan Kecamatan Belakangpadang.

Keadaan ini memaksa pemerintah untuk memperketat pengawasan di tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian.

Wisata Alam Mangrove Pandang Tak Jemu di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (9/5/2021).
Wisata Alam Mangrove Pandang Tak Jemu di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (9/5/2021). (TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)

Seperti kafe, tempat hiburan malam, serta wisata kuliner lainnya.

Hal ini pun membuat sejumlah pelaku wisata di Batam menjerit.

Termasuk pengelola Wisata Alam Mangrove Pandang Tak Jemu di Kecamatan Nongsa.

"Sudahlah puasa, lagi Covid-19. Zona Merah pula.

Halaman
1234
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved