Breaking News:

VIRUS CORONA DI BATAM

Pelaku Usaha Pariwisata Batam Menjerit, Imbas 9 Kecamatan Zona Merah Covid-19

Pelaku usaha wisata Batam 'menjerit'. Mereka merasakan betul imbas pandemi Covid-19.

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Pelaku Usaha Pariwisata Batam Menjerit, Imbas 9 Kecamatan Zona Merah Covid-19. Foto stan pelaku usaha Wisata Alam Mangrove Pandang Tak Jemu di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (9/5/2021). 

Mau bagaimana lagi caranya bertahan di situasi sulit ini," keluh pengelola yang ditemui di lokasi wisata, Gerri kepada TribunBatam.id, Minggu (9/5/2021).

Padahal, lanjut Gerri, dia dan beberapa pengelola wisata di sana sudah kepalang senang saat pemerintah mengumumkan pemberlakuan safe travel corridor atau travel corridor arrangement.

Apalagi Kecamatan Nongsa dipilih menjadi pilot project bersama Lagoi, Kabupaten Bintan.

"Katanya ditunda lagi. Ya mau bagaimana, ngikut sajalah jadinya," katanya lagi.

Gerri mengatakan, dampak penundaan ini tak hanya berimbas ke pengelola wisata alam seperti dirinya saja.

Namun juga ke seluruh pengelola sektor lainnya.

Baca juga: Kecamatan Batam Kota Pegang Rekor, Sembilan Kecamatan Masih Zona Merah Covid-19

Baca juga: Pasien Covid-19 di Bintan Terkini Ada 153 Kasus

Terutama bagi masyarakat sekitar lokasi wisata.

Penundaan dibukanya pintu masuk untuk wisatawan mancanegara (wisman) ini menjadi sinyal buruk bagi mereka.

"Apalagi yang memang menggantungkan mata pencaharian di sini (lokasi wisata).

Pada nganggur semua, tak ada kerja sekarang," ungkap Gerri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved