Breaking News:

KAVELING BODONG DI BATAM

Kasus Alih Fungsi Hutan Lindung di Batam, Penyidik KLHK Bidik 2 Perusahaan Selain PT PMB

Kasus alih fungsi hutan lindung di Batam, jadi perhatian serius penyidik KLHK. Ada dua perusahaan selain PT PMB yang ditangani penyidik.

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
KAVELING BODONG DI BATAM - Lokasi kaveling bodong milik PT Prima Makmur Batam (PMB). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menangani kasus perusakan lingkungan dan hutan di Batam oleh tiga perusahaan. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id – Perkembangan kasus alih fungsi hutan lindung di Batam memunculkan fakta baru.

Penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia sedang menangani 3 kasus yang melibatkan 3 perusahaan di Batam.

Luas hutan lindung yang rusak akiobat disulap jadi Kaveling bodong di Batam pun tak main-main.

Jumlahnya, diakui penyidik KLHK mencapai 26,91 Hektare.

Ini diakui direktur Penegakan Hukum Pidana Ditjen Gakkum KLHK, Yazid Nugraha belum termasuk kerusakan di lahan Areal Penggunaan Lain (APL).

Dimana luas lahan yang rusak mencapai 12,59 Hektare.

Kondisi kavling bodong di area hutan lindung di Batam yang dijual PT PMB sebagian sudah dibangun oleh warga yang jadi korban penipuan.
Kondisi kavling bodong di area hutan lindung di Batam yang dijual PT PMB sebagian sudah dibangun oleh warga yang jadi korban penipuan. (TRIBUNBATAM.ID/ICHWAN NUR FADILLAH)

Kerusakan areal hutan lindung ini, menurutnya tidak hanya dibuat oleh PT Prima Makmur Batam (PMB) saja.

Ada dua perusahaan lain yang kini sedang ditangani penyidik KLHK berkaitan dengan kasus ini.

Mereka di antaranya Pt Kayla Alam Sentosa (KAS) dan PT Alif Mulia Jaya Batam (AMJB).

“Itu total keseluruhan yang dirambah 3 korporasi di Batam yang sedang ditangani penyidik,” ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved