Breaking News:

KAVELING BODONG DI BATAM

Kasus Alih Fungsi Hutan Lindung di Batam, Penyidik KLHK Bidik 2 Perusahaan Selain PT PMB

Kasus alih fungsi hutan lindung di Batam, jadi perhatian serius penyidik KLHK. Ada dua perusahaan selain PT PMB yang ditangani penyidik.

TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
KAVELING BODONG DI BATAM - Lokasi kaveling bodong milik PT Prima Makmur Batam (PMB). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menangani kasus perusakan lingkungan dan hutan di Batam oleh tiga perusahaan. 

Konsumen PT Prima Makmur Batam atau PT PMB sebelumnya kembali mempertanyakan nasib mereka.

Tidak hanya meminta agar uang mereka membeli kaveling dikembalikan.

Mereka meminta agar izin usaha perusahaan yang dipimpin Ramudah Omar alias Ayung dibekukan.

Tujuannya agar kasus serupa tidak terulang serta merugikan orang banyak kedepannya.

Kasus perambahan dan perusakan hutan lindung menjadi kaveling bodong ini sebelumnya menjadi perhatian banyak pihak.

Khususnya penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Yang terbaru, Direktur PT Prima Makmur Batam, Ayung (44) ditangkap penyidik KLHK di Tanjungpinang, 23 April 2021.

Penjualan kaveling di kawasan hutan lindung itu berlokasi di Sei Hulu Lanjai dan Tanjung Kasam, Kecamatan Nongsa.

Penetapan terhadap Ayung sendiri merupakan pengembangan dari penyidikan terhadap Komisaris PT. PMB, Zazli.

Warga mendatangi Polda Kepri untuk melaporkan nasib mereka yang menjadi korban pembelian kaveling diduga bodong, Selasa (9/6/2020).
Warga mendatangi Polda Kepri untuk melaporkan nasib mereka yang menjadi korban pembelian kaveling diduga bodong, Selasa (9/6/2020). (TribunBatam.id/Istimewa)

Dimana, Zazli telah diputuskan bersalah oleh Pengadilan Negeri Batam pada tanggal 19 Oktober 2020 lalu.

Serta dijatuhi hukuman pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan dengan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara.

“Kabarnya sudah buka dua lokasi lagi. Dikhawatirkan muncul korban-korban lain.

Oleh karena itu, kami meminta izin usaha mereka dibekukan,” sebut salah seorang konsumen, Ilyas kepada TribunBatam.id, Jumat (7/5/2021).

Dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) diketahui jika konsumen yang ditipu oleh PT. PMB sebanyak 2.700 orang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved