BATAM TERKINI
BP Batam Perpanjang Kontrak PT Moya, Lelang Pengelolaan Air Belum Selesai
BP Batam sudah berkonsultasi dengan penegak hukum terkait rencana memperpanjang kontrak PT Moya SPAM Batam hingga proses lelang air berakhir
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Pengusahaan (BP) Batam tampaknya tidak terburu-buru dalam menyelenggarakan lelang pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Batam.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengaku, pihaknya saat ini tengah menyiapkan rencana lelang secara matang. Ia juga berkonsultasi dengan para ahli hukum. Tujuan agar dalam kontrak ke depannya, BP Batam tidak dirugikan.
"Lelang nanti untuk kontrak selama 15 tahun, saya sudah sampaikan ke tim, untuk betul-betul mematangkan perhitungannya agar BP Batam tidak lagi dirugikan," ujar Rudi, belum lama ini.
Maka, untuk menutupi kekosongan pengelolaan SPAM seusai masa kontrak PT Moya SPAM Batam habis pada 15 Mei 2021 mendatang, BP Batam akan memperpanjang kontrak tersebut.
Rudi mengakui, perpanjangan kontrak PT Moya SPAM Batam telah dikonsultasikan ke penegak hukum. Nantinya, kontrak akan diperpanjang sampai proses lelang berakhir.
Baca juga: Pelayanan Air di Batam Menurun, Rudi segera Panggil Moya Indonesia, Singgung Masa Transisi
Baca juga: Air di Tiban Batam Tidak Ngalir Hingga Tengah Malam, Warga Kembali Keluhkan Pengelolaan PT Moya
"Lelang sudah berjalan, tapi belum selesai. Maka PT Moya akan kami perpanjang sampai ada pemenang kontrak selanjutnya," ujar Rudi.
Rencana memperpanjang kontrak Moya sudah pernah disampaikan Rudi sebelumnya.
Saat itu BP Batam berencana akan menambah kontrak PT Moya SPAM Batam selama tiga bulan terhitung dari 15 Mei 2021.
"Kami sudah minta masukan ke Kejaksaan, boleh tak diperpanjang. Kemungkinan PT Moya Indonesia akan diperpanjang tiga bulan.
Saya lihat, pengelolaan air saat ini cukup baik, meskipun perusahaan ini tergolong baru di Batam," ujar Kepala BP Batam Muhammad Rudi, Kamis (1/4/2021) di Gedung Marketing Center BP Batam.
Sementara soal lelang air, Rudi mengaku pihaknya masih menyiapkan penghitungan biaya pengelolaan air serta kemungkinan-kemungkinan laba yang dapat diperoleh BP Batam.
Karena itu, ia mengatakan tidak ingin terburu-buru dalam memutuskan skema lelang air kali ini. Pasalnya rencananya kontrak pengelolaan air akan berlangsung selama 25 tahun.
"Ini belum kami buka, mungkin bulan depan. Saat ini saya masih merekrut konsultan untuk menghitung segala operasionalnya.
Soalnya ini saya harus tandatangan untuk 25 tahun ke depan. Saya tak mau akhirnya nanti BP Batam yang dirugikan," jelas Rudi.
Rudi mengatakan, dari pengalaman kontrak pengelolaan air yang sebelumnya, BP Batam dapat memperoleh Rp 28 miliar per tahun, dan pemasukan itu sebagian besar dialokasikan untuk biaya perbaikan DAM atau mengatasi masalah air.
Selama menyusun perjanjian dan ketentuan lelang ini, pihak BP Batam berencana menambah kontrak PT Moya SPAM Batam.
(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita tentang Batam