Senin, 27 April 2026

HUMAN INTEREST

KISAH Muhammad Nur Penyintas Covid-19 Lingga, Terpapar Warga Saat Isi Bensin

Seorang lansia di Lingga jadi penyintas covid-19. Ia masih ingat bagaimana sampai ia terpapar hingga sembuh dari virus mematikan itu.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
KISAH Muhammad Nur Penyintas Covid-19 Lingga, Terpapar Warga Saat Isi Bensin. Foto Muhammad Nur saat mendapat bantuan dari pihak Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Muhammad Nur masih ingat betul bagaimana ia bisa terpapar covid-19 di Lingga.

Pria 77 tahun warga Kampung Suak Rasau, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat itu bahkan sempat mengira hidupnya telah terakhir.

Pria yang akrab disapa Rumak ini benar-benar bersyukur sembuh dari virus corona.

Sudah setahun lamanya, wabah virus Corona menyebar luas di dunia hingga ke negara Indonesia, khususnya di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

Khususnya Lingga, saat ini sudah tercatat sebanyak 145 kasus.

Di antaranya 75 kasus aktif, 66 pasien sembuh corona dan 4 meninggal dunia akibat covid-19.

Tanggal 25 Januari 2021, Rumak positif covid-19 oleh Tim Satuan Tugas Penanganan Covid Kabupaten Lingga.

Warga Lingga penyintas covid-19, Muhammad Nur saat mendapat bantuan dari pihak Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.
Warga Lingga penyintas covid-19, Muhammad Nur saat mendapat bantuan dari pihak Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Awal tepapar, ia sedang mengisi bensin kepada seorang pengendara motor yang tidak ia kenal dalam kesehariannya.

Muhammad Nur dalam sehari-hari menjual minyak bensin eceran di depan rumahnya.

"Saat itu, pengendara tersebut dekat jaraknya dengan saya sekitar 40 centimeter.

Ia sedikit batuk, saat itu napas saya tiba-tiba terhenti seketika.

Saat itu dia tidak memakai masker dan saya juga tidak pakai.

Saya tahunya dia datang dari Batam," kata Rumak kepada TribunBatam.id, Selasa (11/5/2021).

Ia baru mengalami gejala seminggu setelah kejadian itu.

Dengan batuk, pilek dan napas yang tidak teratur.

Hatinya remuk redam. Ia masih ingat wajah orang tersebut.

Firasatnya kuat jika ia positif covid-19.

Baca juga: Tiga Bocah Tanjungpinang Jadi Penyintas Covid-19, Bagian 77 Kasus Sembuh Corona

Baca juga: Lanal Tarempa Bentuk Tim Khusus Satgas Covid-19, Cegah Corona saat Idul Fitri 2021

Penyemprotan disinfektan di Rumah Dinas, Daik, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga
Penyemprotan disinfektan di Rumah Dinas, Daik, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga (tribunbatam.id/istimewa)

"Makin hari makin kondisi saya makin parah, kemudian di test swab di bawa oleh anak saya Jas.

Baru ketahuan kalau saya terkena virus ini," sambungnya.

Keadaannya semakin memburuk, sehingga ia harus dirawat di Ruang Isolasi, Pagoda Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.

"Saya hampir kehabisan nafas saat diruangan itu, dengan bantuan oksigen dari petugas, sesak kali rasanya.

Saya ditemani anak saya Jas, yang memantau dari kejauhan.

Saat itu saya menangis, takut tidak bisa melihat anak saya lagi," ucapnya.

Seminggu lebih ia menceritakan meregang nyawa di dalam Ruang Isolasi.

Rumak kembali menceritakan, bahwa ia sulit sekali bernapas saat terpapar Covid-19.

Dengan perjuangannya, Muhammad Nur ini dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, tepatnya sejak 3 Februari lalu.

"Alhamdulillah, tak menyangka saya bisa sembuh," ujarnya.

Hingga saat ini, Rumak pun bisa menjalani hidupnya dengan normal dan membiasakan diri dengan hidup sehat. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Lingga

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved