Breaking News:

Terungkap 11 Debt Collector (Mata Elang) Pengancam Serda Nurhadi Semuanya Preman, Polisi: Ilegal

Ke-11 debt collector merupakan preman yang tidak dibekali Sertifikat Profesi Penagihan Pembiayaan alias SPPP.

Foto Istimewa/Antara
Aksi Serda Nurhadi Selamatkan Warga yang Sakit, Mobil yang Dibawanya Hampir Dirampas Debt Collector, Kodam Jaya Mengecam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Terungkap jika 11 Debt Collector atau mata elang pengancam Serda Nurhadi adalah preman.

Hal itu seperti yang dikemukakan oleh kepolisian.

Baru-baru ini polisi mengungkap fakta 11 debt collector yang mengancam anggota TNI Serda Nurhadi.

Diketahui, 11 debt collector itu sudah ditahan.

Mereka juga telah ditetapkan tersangka di Polres Metro Jakarta Utara.

Disebutkan polisi, ke-11 debt collector merupakan preman yang tidak dibekali Sertifikat Profesi Penagihan Pembiayaan alias SPPP.

Yusri menyebut mereka direkrut oleh PT ACKJ.

Perusahaan itu awalnya mendapat mandat atau surat kuasa dari PT Clipan Finance guna melakukan penarikan mobil terhadap debitur yang menunggak.

Koordinator mata elang alias debt collector yang menghakimi Babinsa TNI AD Serda Nurhadi, Hendrik Liatongu, meminta maaf.
Koordinator mata elang alias debt collector yang menghakimi Babinsa TNI AD Serda Nurhadi, Hendrik Liatongu, meminta maaf. (Tribun Medan)

Namun, PT. ACKJ merekrut preman-preman untuk melakukan pekerjaan tersebut, padahal seharusnya mereka merekrut orang-orang yang miliki SPPP.

"Walaupun surat kuasa ada tapi tidak memiliki klasifikasi, keahlian, tidak memiliki dasar-dasar, SPPP-nya tidak ada sama sekali. Jadi itu ilegal," tandasnya.

Halaman
123
Editor: Anne Maria
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved