Breaking News:

BMKG Ranai Minta Bantuan Teropong Bintang ke Pusat, Pantau Hilal di Natuna

Kepala BMKG Ranai Feriomex Hutagalung menyebut, teropong bintang untuk mengamati hilal yang dimiliki pihaknya saat ini kurang memadai

tribunbatam.id/Muhammad Ilham
PROSES RUKYATUL HILAL: (dari kiri) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Natuna, Ahmad, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Natuna, Ahmad Husin saat melihat hilal menggunakan alat bantu teropong di Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (11/5/2021) 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kementerian Agama Republik Indonesia telah menggelar sidang isbat dan menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada Kamis 13 Mei 2021.

Dari 88 titik di seluruh Indonesia yang dijadikan lokasi pemantauan hilal, tidak ada daerah yang melaporkan melihat hilal pada Selasa (11/5/2021).

Salah satu titik yang dijadikan lokasi pemantauan hilal di Kepri ada di Natuna. Kementerian Agama Kabupaten Natuna bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan BMKG Natuna melakukan rukyatul hilal di Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Kepri, Selasa sore.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Natuna, Ahmad Husin mengatakan, rukyatul hilal harus dilakukan guna memastikan kapan jatuhnya 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri dan hal ini sudah menjadi agenda tahunan.

"Kita sudah melakukan Rukyatul Hilal, setelah kita amati seksama menggunakan teropong, kita tidak melihat hilal atau anak bulan yang berbentuk bulan sabit muda pertama," kata Ahmad Husin kepada Tribunbatam.id.

Baca juga: Kapan Lebaran 1 Syawal 1442 H? Kemenag Natuna Akan Lakukan Rukyat Hilal Sore Ini

Baca juga: Gubernur Kepri Ansar Ahmad Akan Salat Idulfitri di Natuna, Wakil Marlin di Batam

Ia menjelaskan bahwa posisi bulan menurut data Hisab, bulan berada di minus 4 derajat yang berarti bulan berada di bawah ufuk atau posisi yang tidak bisa dilihat.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala BMKG Ranai, Feriomex Hutagalung, posisi minus 4 derajat bulan belum bisa dilihat.

"Selain itu, peralatan kita untuk melihat hilal saat ini juga kurang memadai," ujarnya.

Karena itu pihaknya meminta dukungan dari Pemerintah Daerah untuk menyurati BMKG Pusat agar Stasiun BMKG Ranai diberikan alat teropong untuk mengamati hilal.

"Jadi kedepannya kita punya alat yang cukup memadai. Karena alat kita saat ini memang kurang representatif karena ada kerusakan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad ilham
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved