Breaking News:

HUMAN INTEREST

Kisah Pedagang Kulit Ketupat Musiman di Tanjungpinang saat Pandemi Covid-19

Siti telah menekuni pekerjaannya sebagai penjual jasa anyaman ketupat musiman di Tanjungpinang selama 10 tahun. Ada dua anyaman ketupat dibuatnya

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Foto Siti (55) penjual jasa anyaman ketupat sedang menganyam daun kelapa di tempat dagangannya, Pasar Bincen, KM IX, Kota Tanjungpinang, Selasa (11/5/2021) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Seorang perempuan paruh baya duduk di kursi kayu, persis di pintu masuk Pasar Bintan Centre (Bincen), Km IX, Kota Tanjungpinang.

Ia tengah asyik menganyam daun pucuk kelapa, tradisi setiap kali Lebaran Idulfitri atau Iduladha bagi umat Islam.

Dari jari-jemarinya itu terlihat hasil karya daun ketupat yang siap untuk digunakan.

Siti namanya. Meski telah berusia 55 tahun, ibu dari empat anak ini telah terbiasa menekuni pekerjaannya sebagai penjual jasa anyaman ketupat di Pasar Bincen.

Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar baginya.

Baca juga: Kisah Kapolsek KKP Batam AKP Budi Hartono, Anak Petani yang Kini Sukses Jadi Polisi

Baca juga: KISAH Muhammad Nur Penyintas Covid-19 Lingga, Terpapar Warga Saat Isi Bensin

Setiap kali menjelang Hari Raya Idulfitri dan Hari Raya Haji, Siti akan dibantu kedua anaknya yang masih sekolah untuk menyulam daun kelapa menjadi kulit ketupat. Itu demi mencukupi kebutuhan hidup mereka sekeluarga.

Sementara suaminya, setiap hari mengais rezeki dengan menjadi pegumpul barang bekas keliling. Terkadang anak lelaki mereka yang jadi pengamen jalanan juga ikut membantu.

"Tapi Alhamdulillah anak saya yang perempuan Sarjana Akuntansi di Univeritas di Tanjungpinang ini, kalau anak laki-laki yang dua ini masih SMP," ujar wanita asal Jawa Timur ini kepada Tribunbatam.id, Selasa (11/5/2021).

Ada dua anyaman kulit ketupat yang dibuat Siti hari itu, ketupat bawang dan ketupat biasa.

"Bedanya ketupat bawang dan ketupat biasa itu di ukurannya. Kalau ketupat bawang isinya banyak kalau ketupat biasa isinya sedikit. Kebanyakan orang biasanya cari yang ukuran kecil untuk bikin ketupat," terang Siti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved