Breaking News:

Tradisi Brutal Militer Perancis Terbongkar, Pilot Jet Tempur Diikat di Tiang Sasaran Tembak

Bully dengan nama samaran adat perpeloncoan brutal berlangsung mengerikan dan dialami seorang prajurit pilot jet tempur di Angtakan Udara Perancis

via kompas.com
Tradisi Brutal Militer Perancis Terbongkar, Pilot Jet Tempur Diikat di Tiang Sasaran Tembak 

Dia lalu dipaksa masuk ke bagian belakang truk yang membawanya ke lapangan tembak.

Dia kemudian diikat ke salah satu target dengan tali nilon yang kuat, sementara jet melintas di atas kepala.

Frederic Berna, pengacara pilot baru yang jadi korban, mengatakan perpeloncoan tersebut diatur dan dilakukan oleh anggota dinas lainnya, yang merekam kejadian itu.

Beredar viral di media sosial, video cewek berjilbab dibully, dipukul dan ditendang bergantian di Alun-alun Gresik
Beredar viral di media sosial, video cewek berjilbab dibully, dipukul dan ditendang bergantian di Alun-alun Gresik (Facebook via Surya.co.id)

Gambar dan video tersebut kemudian dibagikan di WhatsApp, sebelum diteruskan ke korban.

Berna mengatakan pilot awalnya diam tentang apa yang telah terjadi.

Dia menyangkal atas apa yang terjadi karena tidak ingin menantang otoritas militer.

Korban akhirnya membahas masalah ini dengan seniornya pada akhir 2020.

Dia kemudian memutuskan untuk mengajukan pengaduan pidana, ketika merasa tanggapan militer dinilai tidak memadai.

Kolonel Stephane Spet, juru bicara Angkatan Udara Perancis, mengatakan masalah itu pertama kali diajukan ke pihak militer pada Januari tahun ini, dan mereka yang terlibat dihukum.

Spet mengatakan beberapa dari mereka yang terlibat dibatasi di barak.

Hukuman itu artinya prajurit militer akan ditempatkan di isolasi, dan dilarang dari semua kegiatan militer kecuali saat bekerja.

Baca juga: KISAH Zainal Selama Jadi Kepala KUA, Nyaris Nikahkan Sesama Jenis hingga Panen Bully di Awal Tugas

Mereka juga memakai semacam simbol, untuk menimbulkan rasa malu.

Tapi, hukumannya biasanya non-yudisial, artinya hukuman itu tidak akan muncul sebagai bagian dari catatan hukum seorang prajurit.

Spet menolak mengatakan berapa banyak orang yang dihukum dengan cara ini, atau berapa lama hukuman mereka berlangsung.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved