Breaking News:

Panitia Organ Tunggal Ngeyel Gelar Hajatan, Cueki Polisi, Dibubarkan Paksa, 23 Orang Ditangkap

Polisi membubarkan paksa acara halalbihalal yang dengan hiburan organ tunggal dan menangkap 23 orang yang dijerat pidana terkait protokol kesehatan

Foto: Polres 50 Kota
Panitia Organ Tunggal Ngeyel Gelar Hajatan, Cueki Polisi, Dibubarkan Paksa, 23 Orang Ditangkap. Foto ilustrasi saat polisi membubarkan paksa pesta anak pejabat di Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (21/11/2020) 

TRIBUNBATAM.id - Polisi membubarkan paksa acara halalbihalal yang dengan hiburan organ tunggal.

Aksi pembubaran paksa ini terekam video yang beredar di media sosial, di mana polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Sedikitnya 23 orang ditangkap dan akan diproses hukum kasus pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Polisi menjelaskan, sebelum membubarkan paksa, upaya persuasif petugas malah dicueki panitia dan warga.

Menurut polisi, acara itu dibubarkan paksa karena melanggar protokol kesehatan dan berpotensi menjadi media penyebaran virus corona atau Covid-19.

Baca juga: VIRAL Satpol PP Langgar Prokes di Acara Hajatan Anak Pejabat, Joget Bareng Biduan

"Ada 23 orang yang kita amankan.

Kita juga amankan alat organ tunggal, saat ini sudah di Mapolres Tanggamus," kata Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya saat dihubungi, Sabtu (15/5/2021).

Upaya pembubaran paksa acara organ tunggal di Tanggamus. Lihat Foto Upaya pembubaran paksa acara organ tunggal di Tanggamus
Upaya pembubaran paksa acara organ tunggal di Tanggamus. Lihat Foto Upaya pembubaran paksa acara organ tunggal di Tanggamus (Dok. Humas Polda Lampung)

Menurut Oni, acara yang digelar oleh pemuda Pekon (desa) Karang Agung, Kecamatan Semaka itu diperkirakan dihadiri 800 orang.

Sebelumnya, upaya persuasif untuk menghentikan acara tidak dihiraukan oleh panitia pelaksana dan warga setempat yang hadir.

Saat itu ada sebanyak 70 petugas yang berada di lokasi untuk melakukan pembubaran paksa.

Halaman
12
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved