Breaking News:

Ritual Perdukunan Memakan Korban, Seorang Tewas Setelah Makan Kembang Ini

Tewas bocah tujuh tahun di Dusun Paponan, Desa Bajen, Kecamatan Bajen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menjadi sorotan

Editor: Eko Setiawan
ilustrasi/int
Ilustrasi Perdukunan 

TRIBUNBATAM.id, TEMANGGUNG - Ritual perdukunan memakan korban, seorang wanita tewas setelah melakukan makan kembang dan berenang.

Hal itu diminta orangtua korban atas permintaan dukun.

Tewas bocah tujuh tahun di Dusun Paponan, Desa Bajen, Kecamatan Bajen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menjadi sorotan.

Diketahui, bocah tersebut meninggal dunia akibat perbuatan orangtuanya menjalankan ritual ruwat berdasarkan bisikan dukun.

Kepala Desa Bajen, Sugeng mengatakan sejak awal warga sekitar memang merasa kurang nyaman dengan keberadaan dua orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka yakni B dan H yang membuka praktik supranatural di desa itu.

"Pemerintah desa terpukul atas kejadian ini. Tidak ada keganjilan, cuma ada dua orang B dan H. Memang dua orang ini mendalami ilmu spiritual," katanya, kepada Tribunjogja.com, Selasa (18/5/2021).

Sugeng menambahkan, lantaran ingin terlihat kondang B dan H selalu menawarkan jasa pengobatan supranatural kepada masyarakat.

"Tapi masyarakat kami tidak tergiur dengan omongan mereka berdua. Karena belum pernah terbukti. Belum ada orang yang sembuh setelah ditangani mereka," jelasnya.

Barulah keluarga M dan S yang tak lain adalah orang tua A menjadi korban tipu daya dua tersangka dalam kasus ini.

Dari keterangan Sugeng, B dan H mengklaim bahwa A adalah anak genderuwo.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved