Breaking News:

Peran Penting Presiden Mesir dalam Gencatan Senjata Israel-Hamas, Diwarnai Saling Tuduh

Inilah Peran Penting Presiden Mesir atas Gencatan Senjata Israel-Hamas, Diwarnai Saling Tuduh.

ISTIMEWA
KONFLIK - Inilah Peran Penting Presiden Mesir atas Gencatan Senjata Israel-Hamas, Diwarnai Saling Tuduh. FOTO: PRESIDEN MESIR 

"Di wilayah di mana negara di kawasan sedang memperluas hubungan mereka dengan Israel, Mesir memiliki kepentingan pribadi untuk memanfaatkan kedekatan geografisnya dengan Gaza guna meningkatkan kekuatan diplomatiknya," kata seorang analisis di International Crisis Group, Tariq Baconi.

"Ini merupakan sebuah kesempatan mengatakan tidak hanya kepada AS tapi pihak regional lainnya bahwa Mesir penting. Itu adalah pemain diplomatik yang diperlukan dan bahwa gencatan senjata akan dilakukan di Kairo," kata Michael Hanna dari Century Foundation di New York.

Instruksi Presiden Mesir

Sebelumnya, Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, juga menginstruksikan pihak berwenang membuka penyeberangan antara Mesir dan Palestina.

Tujuannya supaya warga Gaza yang terluka dirawat di rumah sakit Negeri Firaun.

Jalur itu juga bisa digunakan untuk mengirimkan bantuan.

Dengan demikian, warga Gaza yang membutuhkan pertolongan medis bisa dirawat hingga sembuh.

Upaya tersebut juga dilakukan untuk melindungi warga Gaza.

Selain itu, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi  memerintahkan dua delegasi masing-masing dari Israel dan Gaza.

Tujuannya untuk bekerja demi menegakkan gencatan senjata.

Gencatan senjata diwarnai saling tuduh

Melansir artikel Kompas.com dengan judul "Proses Gencatan Senjata Israel-Hamas Diwarnai Saling Tuduh Genosida", Palestina dan Israel saling melontarkan tuduhan "genosida" selama debat khusus PBB pada Kamis (20/5/2021), dalam proses mencapai kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak kesepakatan gencatan senjata untuk menghentikan pembantaian dengan saling serangan bom dan arteleri dari kedua belah pihak, Israel- Hamas, yang memakan banyak korban.

"Mari kita hentikan pembantaian ini," kata Menteri Luar Negeri Palestina Riad Al-Malki seperti yang dilansir dari AFP pada Kamis (20/5/2021).

"Seluruh dunia tetap diam dan menutup mata terhadap genosida seluruh keluarga Palestina," lanjut Al-Malki.

Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan dalam giliran pidatonya di depan Majelis Umum PBB, menuduh ada pengabaian terhadap "Piagam Hamas, seperti Nazi, berkomitmen untuk genosida orang-orang Yahudi."

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved