Breaking News:

Peran Penting Presiden Mesir dalam Gencatan Senjata Israel-Hamas, Diwarnai Saling Tuduh

Inilah Peran Penting Presiden Mesir atas Gencatan Senjata Israel-Hamas, Diwarnai Saling Tuduh.

ISTIMEWA
KONFLIK - Inilah Peran Penting Presiden Mesir atas Gencatan Senjata Israel-Hamas, Diwarnai Saling Tuduh. FOTO: PRESIDEN MESIR 

TRIBUNBATAM.id - Gencatan senjata antara Israel dan Hamas akhirnya resmi disepakati, Jumat (21/5/2021).

Upaya ini tak lepas dari peran negara Mesir.

Mesir menjadi negara yang mampu menengahi konflik antara Israel dan Palestina.

Berkat upaya mediasi yang ketat, kedua negara akhirnya sepakat untuk melakukan gencatan senjata.

Prosesnya pun tidak mudah.

Kedua negara mulanya saling tuduh dan berkeras membela negaranya masing-masing.

Lantas, bagaimana peran Mesir dalam mendamaikan kedua negara tersebut?

Peran Mesir dalam gencatan senjata

GENCATAN SENJATA - Setelah 11 hari Israel memborbardi pemukiman di Gaza, gencatan senjata ini akhirnya diumumkan untuk pertama kalinya. FOTO: WARGA GAZA RAYAKAN GENCATAN SENJATA
GENCATAN SENJATA - Setelah 11 hari Israel memborbardi pemukiman di Gaza, gencatan senjata ini akhirnya diumumkan untuk pertama kalinya. FOTO: WARGA GAZA RAYAKAN GENCATAN SENJATA (ISTIMEWA via AFP)

Genjatan senjata antara Israel dan Palestina berhasil disepakati melalui proses mediasi.

Menurut pernyataan resmi yang dimuat TASS, pemerintah Mesir menyebut mengajukan proposal gencatan senjata.

Selain itu, mereka juga berangkat ke Tel Aviv guna membahas masalah keamanan di sana.

Di sisi lain, kontak dengan pihak Palestina juga dilakukan meski tak dijadwalkan kunjungan khusus ke Gaza.

Proposal Mesir itu pun disetujui AS dan Uni Eropa serta faksi di Palestina.

Istimewanya, Mesir disebut punya pengaruh kuat terhadap kedua negara itu.

Apalagi Mesir berdekatan dengan Gaza, khususnya wilayah Rafah, yang tak bisa dikendalikan Israel.

"Di wilayah di mana negara di kawasan sedang memperluas hubungan mereka dengan Israel, Mesir memiliki kepentingan pribadi untuk memanfaatkan kedekatan geografisnya dengan Gaza guna meningkatkan kekuatan diplomatiknya," kata seorang analisis di International Crisis Group, Tariq Baconi.

"Ini merupakan sebuah kesempatan mengatakan tidak hanya kepada AS tapi pihak regional lainnya bahwa Mesir penting. Itu adalah pemain diplomatik yang diperlukan dan bahwa gencatan senjata akan dilakukan di Kairo," kata Michael Hanna dari Century Foundation di New York.

Instruksi Presiden Mesir

Sebelumnya, Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, juga menginstruksikan pihak berwenang membuka penyeberangan antara Mesir dan Palestina.

Tujuannya supaya warga Gaza yang terluka dirawat di rumah sakit Negeri Firaun.

Jalur itu juga bisa digunakan untuk mengirimkan bantuan.

Dengan demikian, warga Gaza yang membutuhkan pertolongan medis bisa dirawat hingga sembuh.

Upaya tersebut juga dilakukan untuk melindungi warga Gaza.

Selain itu, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi  memerintahkan dua delegasi masing-masing dari Israel dan Gaza.

Tujuannya untuk bekerja demi menegakkan gencatan senjata.

Gencatan senjata diwarnai saling tuduh

Melansir artikel Kompas.com dengan judul "Proses Gencatan Senjata Israel-Hamas Diwarnai Saling Tuduh Genosida", Palestina dan Israel saling melontarkan tuduhan "genosida" selama debat khusus PBB pada Kamis (20/5/2021), dalam proses mencapai kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak kesepakatan gencatan senjata untuk menghentikan pembantaian dengan saling serangan bom dan arteleri dari kedua belah pihak, Israel- Hamas, yang memakan banyak korban.

"Mari kita hentikan pembantaian ini," kata Menteri Luar Negeri Palestina Riad Al-Malki seperti yang dilansir dari AFP pada Kamis (20/5/2021).

"Seluruh dunia tetap diam dan menutup mata terhadap genosida seluruh keluarga Palestina," lanjut Al-Malki.

Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan dalam giliran pidatonya di depan Majelis Umum PBB, menuduh ada pengabaian terhadap "Piagam Hamas, seperti Nazi, berkomitmen untuk genosida orang-orang Yahudi."

"Kami melihat upaya untuk menciptakan kesetaraan moral yang salah," kata Erdan.

" Israel melakukan segala upaya untuk menghindari korban sipil. Hamas melakukan segala upaya untuk meningkatkan korban sipil," tambahnya.

Roket dari Hamas dan kelompok bersenjata Islam lainnya telah merenggut 12 nyawa di Israel, termasuk 1 anak, dengan 1 warga India dan 2 warga negara Thailand di antara mereka yang tewas, kata polisi Israel.

Serangan Israel di Gaza telah menewaskan 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak dan 1.900 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Sementara, banyak bangunan yang hancur menjadi puing-puing dan membuat sekitar 120.000 orang mengungsi, menurut otoritas Hamas.

"Bagaimana kekuatan pendudukan memiliki hak untuk mempertahankan dirinya sendiri, ketika seluruh rakyat di bawah pendudukan itu dirampas haknya?" ucap menteri Palestina, tentang klaim Israel atas pembelaan diri.

Perwakilan diplomatik untuk Qatar, Yordania, Tunisia, Aljazair, Turki, Pakistan, dan Kuwait bersatu untuk mengutuk keras tindakan Israel.

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, mengatakan, "komunitas internasional harus bertindak untuk mengakhiri agresi Israel."

Sementara, Menteri Luar Negeri Tunisia Othman Jerandi mengecam "kejahatan genosida dan pembersihan etnis."

"Pembantaian ini berlangsung terlalu lama," kata Ayman Safadi dari Yordania merujuk pada rencana gencatan senjata Israel- Hamas

(*)

Berita lain tentang PALESTINA dan ISRAEL
Baca berita terbaru lainnya di Google
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved