Breaking News:

Belum Ada Tanda-tanda Pandemi Covid-19 Berakhir, Rakyat Indonesia Ini Pesan Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan belum terlihat tanda-tanda pandemi Covid-19 akan segera berakhir dan minta rakyat waspada pada tahun kedua

Tribunnews/Republika
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia menyatakan belum ada tanda-tanda pandemi Covid-19 akan segera berakhir 

TRIBUNBATAM.id - Nyaris sudah 2 tahun pandemi Covid-19 menyerang dunia tak terkecuali Indonesia.

Pertama kali terdeteksi di Wuhan, China pada akhir 2019, virus corona dengan cepat menjalar ke penjuru dunia.

Hingga kini tak ada tanda-tanda pandemi ini kapan berakhir, meski sudah ada sejumlah vaksin yang diproduksi.

Covid-19 benar-benar mengubah tatanan dunia dan telah merenggut ribuan bahkan jutaan korban jiwa.

Presiden Joko Widodo sendiri mengatakan belum terlihat tanda-tanda pandemi Covid-19 akan segera berakhir.

ILustrasi Covid-19, dan Tradisi mandi bersama di Sungai Gangga, kini mencekam, Depresi, Warga India Buang Ratusan Mayat Keluarganya di Sungai Gangga, Mengapung dan India Mencekam, Selasa (11/5/2021)
ILustrasi Covid-19, dan Tradisi mandi bersama di Sungai Gangga, kini mencekam, Depresi, Warga India Buang Ratusan Mayat Keluarganya di Sungai Gangga, Mengapung dan India Mencekam, Selasa (11/5/2021) (istimewa hand out)

Hal itu disampaikannya saat berbicara dalam Global Health Summit 2021 yang ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (21/5/2021).

"Sejak pertemuan kita terakhir enam bulan yang lalu belum ada tanda-tanda pandemi akan segera berakhir," ujar Jokowi.

Presiden lantas mengutip pernyataan Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang menyatakan tahun kedua pandemi Covid-19 bisa berdampak jauh lebih mematikan.

"Dokter Tedros Dirjen WHO menyampaikan bahwa pada tahun kedua pandemi dampaknya bisa jauh lebih mematikan dibanding tahun pertama.

Baca juga: WASPADALAH! Kasus Covid-19 Batam Terus Melonjak, Pasien Baru Tambah 65 Orang, 658 Pasien Diisolasi

Perkembangan varian-varian baru virus Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi dunia," ungkap Jokowi.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Tribunnews/Republika)

Selain itu, kesenjangan global atas akses vaksin saat ini masih terjadi.

Di saat beberapa negara telah mulai memvaksinasi kelompok berisiko rendah yaitu anak-anak dan usia belia, hanya 0,3 persen suplai vaksin untuk negara berpenghasilan rendah.

Kesenjangan itu pun terlihat sangat nyata manakala 83 persen dosis vaksin global sudah diterima negara kaya.

"Sementara negara berkembang hanya terima 17 persen untuk 47 persen populasi dunia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved