Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Bupati Karimun Aunur Rafiq Batasi Penggunaan Kantong Plastik

Penggunaan plastik di Kabupaten Karimun, masih terbilang meninggi. Bupati keluarkan aturan larangan

TribunBatam.id/Elhadif Putra
Bupati Karimun, Aunur Rafiq 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Penggunaan plastik di Kabupaten Karimun, masih terbilang meninggi.

Hal ini terlihat pengunaan plastik masih digunakan di pasar tradisional dan swalayan.

Dengan hal itu, Bupati Karimun, Aunur Rafiq akan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengurangan penggunaan sampah plastik. 

Perbup ini akan menjadi payung hukum bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

Hal tersebut di sampaikan Bupati dalam menyongsong pelaksanaan program Adipura pada 2025 mendatang.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq menjelaskan, rencana menerbitkan Perbup tersebut mengacu pada Peraturan Presiden (PP) tentang regulasi kabupaten dan kota untuk pengurangan penggunaan sampah plastik. 

Baca juga: 5000 Warga Karimun Sudah Divaksin Covid-19, Bupati Targetkan 20 Ribu Vaksin Massal

"Terkait PP Presiden itu, maka saya akan membuat kajian untuk mengeluarkan Perbup yang akan mengatur tentang pengurangan penggunaan sampah plastik di tengah masyarakat," ucap Rafiq. 

Ia menambahkan, Perbup itu nantinya akan mengatur penggunaan seperti kantong plastik, baik di dalam rumah tangga maupun perbelanjaan. 

Perbup itu, nantinya bertujuan agar masyarakat memperhatikan penggunaan kantong plastik serta membatasi penggunaannya. 

Begitu juga membatasi wadah atau alat makan minum sekali pakai untuk mengurangi peredaran sampah plastik dan sumber penghasil sampah.

"Kita berharap masyarakat dapat mengurangi penggunaan sampah plastik, seperti kantong sekali pakai agar dapat menggantinya dengan alternatif produk yang lebih ramah lingkungan, salah satu contohnya menggunakan tas lipat atau keranjang belanja sebagai pengganti kantong plastik," jelasnya.

"Dan, mudah-mudahan, dalam dua bulan ke depan sudah dapat kita keluarkan perbup sebagai upaya kita menekan volume sampah di Karimun ini," terangnya.

Diketahui, persoalan sampah plastik masih menjadi isu yang sulit terselesaikan di Indonesia. Bila tidak segera di selesaikan, masalah tersebut dapat mengancam kelestarian lingkungan.

Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. 

Dari angka tersebut, sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. (Tribunbatam.id/Yenihartati)

Penulis: Yeni Hartati
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved