Breaking News:

SAHAM

IHSG Melemah di Akhir Perdagangan, Begini Prospek Saham Leader yang Wajib Diketahui

Di tengah tren pelemahan tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 10 saham yang menjadi penahan laju penurunan IHSG.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Ilustrasi. Pengunjung mengambil gambar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/3/2017). 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Sempat menguat di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,16% ke level 5.763,63 pada perdagangan Senin (24/5). Bila menghitung sejak awal tahun (year to date), IHSG sudah melemah 3,6%.

Di tengah tren pelemahan tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 10 saham yang menjadi penahan laju penurunan IHSG. Hingga Jumat (21/5) saham-saham yang disebut sebagai leader ini mencatat kenaikan hingga 947,6%.

Secara rinci saham-saham leader tersebut adalah saham ARTO yang menguat 182,5% ytd, saham EMTK naik 60,7% ytd, saham TBIG naik 50,9% ytd, saham TOWR naik 25,5% ytd, saham ANTM naik 20,4% ytd, saham SLIS naik 89,8% ytd, saham ISAT naik 30,7% ytd, saham SMMA naik 11% ytd, saham SAMF naik 377,4% dan saham MPPA naik 947,6% ytd.

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menjelaskan, kenaikan harga saham-saham tersebut beragam karena didukung secara fundamental dan sentimen terkait rencana kerja emiten terkait.

Sedangkan dari valuasi sahamnya, Sukarno mengatakan saham leader ini sudah tergolong mahal. "Tetapi tidak menutup kemungkinan meskipun mahal masih bisa naik harganya, karena dalam tren kenaikan," jelas Sukarno, Senin (24/5).

Saham yang secara sektor dinilai cukup defensif dan masih dalam tren kenaikan adalah TBIG dan TOWR. Kedua saham ini dinilai tidak terpengaruh dengan pandemi Covid-19, terutama karena pendapatannya yang bersifat kontrak.

Sedangkan untuk saham-saham yang sudah dalam tren penurunan seperti ANTM, investor disarankan untuk wait and see terlebih dahulu.

Untuk saham ISAT, dinilai masih ada indikasi untuk masuk tren penurunan jika menguji support terdekat di level Rp 6.150.

"Untuk TBIG dan TOWR dalam jangka pendek bisa direkomendasikan trading buy dengan potensi kenaikan 5%-10%, tutupnya. (*)

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved