Breaking News:

HUMAN INTEREST

Kecintaan Lazuardy Usman akan Sejarah Lingga, Dijuluki Kamus Berjalan

Mahasiswa S1 sampai S3 kerap mencari referensi di rumah Lazuardy Usman. Ia bahkan kerap menjadi narasumber.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
Foto Pemerhati Sejarah dan Kebudayaan Lingga, Lazuardy Usman. 

"Saya sering disebut Kamus berjalan, manusia kamus, profesor.

Yah namun menurut saya itu terlalu berlebihan.

Yang penting niat terus belajar dan sedikit tahu," ucapnya.

Walaupun tidak menyandang gelar sarjana, namun sudah banyak buku yang ia tulis dari hasil pembelajarannya selama ini.

Mulai dari buku nama-nama di tempat di Lingga, cagar budaya, permainan rakyat dan juga mengenai adat perkawinan seperti tepuk tepung tawar.

"Intinya banyak mengumpulkan referensi, jangan malu bertanya, rajin membaca dan banyak sharing," tuturnya.

Hingga saat ini pun, ia sering mengusulkan potensi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Kabupaten Lingga setiap tahunnya.

"Karena untuk mengusulkan WBTB itu, tentunya ada referensi yang harus kita pelajari sehingga hal itu layak menjadi WBTB," ucapnya.

Namun sayangnya, ia sedikit kecewa terhadap pemuda yang saat ini kurang meminati atau tidak giat dalam membaca buku.

Walaupun Kabupaten Lingga sering digelar Negeri Bunda Tanah Melayu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved