Breaking News:

PENANGANAN COVID

Razia Protokol Kesehatan Tanjungpinang Kendor, Kasatpol PP: Anggaran Terbatas

Kasatpol PP Tanjungpinang, Ahmad Yani menyebutkan, anggaran razia protokol kesehatan sudah digunakan untuk tiga bulan lamanya.

TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
KASATPOL PP TANJUNGPINANG - Kasatpol PP Tanjungpinang Ahmad Yani mengatakan, keterbatasan anggaran jadi salah satu penyebab pihaknya sukar menggelar razia protokol kesehatan. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Penerapan razia protokol kesehatan di Tanjungpinang tak terlihat lagi.

Padahal, pandemi Covid-19 masih jadi hal serius di ibu kota Provinsi Kepri.

Untuk diketahui data yang dirilis oleh Satgas Covid-19 Kota Tanjungpinang per tanggal 23 Mei 2021 terdapat 471 pasien kasus aktif Covid-19.

Rinciannya, 401 pasien menjalani karantina mandiri, 34 pasien karantina LPMP dan 36 pasien dirawat di rumah sakit.

Razia yustisi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang ini, biasanya digelar pada sejumlah titik jalan.

Razia protokol kesehatan di Tanjungpinang oleh tim gabungan, Selasa (16/2/2021).
Razia protokol kesehatan di Tanjungpinang oleh tim gabungan, Selasa (16/2/2021). (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Kepala Satpol PP Tanjungpinang Ahmad Yani saat dikonfirmasi tak menampik hal tersebut.

Ia mengatakan, keterbatasan anggaran menjadi penyebab pihaknya tidak lagi gencar melakukan razia protokol kesehatan.

"Ini anggaran akan kami buat lagi. Kemarin memang sudah jalan tiga bulan," ujarnya saat peninjauan vaksinasi di Pasar Bincen, Km IX, Kota Tanjungpinang, Senin (24/5/2021).

Ia menambahkan, razia protokol kesehatan terakhir digelar sebelum Ramadhan 2021.

Ahmad Yani kurang mengetahui pasti jumlah anggaran yang dibutuhkan terkait pelaksanaan razia protokol kesehatan.

Halaman
12
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved