Breaking News:

842 Pekerja China di Bintan Pulang Kampung, Sisa 1.246 TKA China di KEK Galang Batang

Ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) pulang ke negaranya dan tersisa 1.246 orang yang bekerja

Penulis: Irfan Azmi Silalahi | Editor: Irfan Azmi Silalahi
KOMPAS.COM/HADI MAULANA
Ilustrasi Tenaga Kerja Asing (TKA) China bekerja di KEK Galang Batang yang dikelola PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) 

Sebelumnya, Direktur Utama PT BAI, Santoni mengatakan perusahaan yang dipimpinnya menargetkan ekspor perdana alumina ke Malaysia pada pertengahan tahun 2021.

"Kami mulai ekspor alumina pada Juni atau Juli 2021.

Ekspor perdana ke Malaysia," kata Santoni.

TKA China dilakukan pengecekan suhu tubuh di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan Utara.(Istimewa)
TKA China dilakukan pengecekan suhu tubuh di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan Utara.(Istimewa) (ISTIMEWA)

Ia mengatakan, PT BAI mulai membeli batu bauksit untuk diolah menjadi alumina pada Maret 2021.

Perusahaan itu tidak hanya melirik bauksit lokal seperti dari Pulau Bintan, Lingga dan Karimun, melainkan juga wilayah lainnya.

"Tahun ini, PT BAI menargetkan 1 juta ton untuk dikelola menjadi alumina," katanya.

Perusahaan dengan realisasi investasi lebih dari Rp 13 triliun di KEK Galang Batang, Bintan itu belum melakukan ekspor ke perusahaan penerbangan Amerika Serikat, karena produksi tahap awal dari pabrik pengelolaan hasil tambang (smelter) baru memproduksi alumina.

Sementara kebutuhan perusahaan penerbangan Amerika Serikat adalah alumunium.

"Untuk memproduksi alumunium, perusahaan harus meningkatkan kapasitas pabrik dan mesin ke tahap ketiga.

Sekarang perusahaan kami baru masuk tahap pertama," katanya.

Baca juga: Dapat Izin dari Kementerian, 325 TKA China Akan Jadi Tenaga Ahli & Konsultan di Bintan

Baca juga: Terjawab 325 TKA China Bisa Masuk Bintan di Masa Pandemi COVID, Sudah Punya Izin, Mahasiswa Protes

Baca juga: Imigrasi Belum Keluarkan Visa, Kedatangan Ratusan TKA China ke Sulawesi Tenggara Ditunda

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved