Breaking News:

PENANGANAN COVID

Tim PPKM Anambas Sasar Tempat Usaha dan Pedagang Pasar, Sosialisasi Edaran Bupati

Lurah Tarempa, Syamsir menyebut, upaya sosialisasi edaran Bupati yang dilakukan pihaknya dengan tim PPKM Anambas itu untuk menenkan angka covid-19

tribunbatam.id/Rahma Tika
Foto petugas dari Kelurahan Tarempa dan Tim PPKM Anambas mendatangi tempat usaha dan pedagang pasar untuk memberikan sosialasi terkait imbauan protokol kesehatan 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Petugas dari Kelurahan Tarempa bersama tim Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Anambas memberikan sosialisasi kepada pelaku usaha rumah makan dan pedagang di Pasar Inpres Tarempa, Selasa (25/5/2021).

Itu merujuk pada surat edaran Bupati Nomor 21 Tahun 2021 tentang pengaturan operasional tempat usaha. Petugas juga mengimbau kepada pedagang dan pelaku usaha untuk menerapkan protokol kesehatan di masa covid-19.

"Kita lakukan ini tujuannya untuk menekan angka penyebaran covid-19 sesuai dengan penegasan surat edaran Bupati nomor 21 tersebut," ucap Lurah Tarempa, Syamsir, Selasa (25/5/2021).

Dari pantauan, anggota Lanal Tarempa, Babinsa, Kelurahan Tarempa, Anggota Polsek, dan kader Kelurahan siaga mendatangi setiap tempat usaha dan lapak pedagang untuk memberikan sosialisasi.

"Tanggapan masyarakat yang punya rumah makan alhamdulilah menerima apa yang kita sampaikan.

Tadi juga setiap tempat yang kita datangi itu sudah menerapkan protokol kesehatan, mereka sudah sediakan tempat cuci tangan bagi pengunjung," kata Syamsir.

Baca juga: 30 Warga Lingga Sembuh Covid-19, Kasus Positif Tambah 10, Semuanya Warga Singkep

Baca juga: Tempat Makan di Karimun Hanya Boleh Layani Take Away, Camat Meral Mulai Sidak

Selain menyampaikan sosialisasi kepada pelaku usaha dan pedagang, tim juga memberikan masker.

"Memang masih ada pedagang yang tidak menggunakan masker, tapi kita terus ingatkan mereka agar gunakan masker meskipun sedang berjualan," sebut Syamsir.

Seorang pedagang rumah makan Padang, Neti mengatakan, pihaknya sudah menerapkan tidak menerima makan di tempat bagi pelanggan yang datang.

"Kalau ada yang mau beli makan, kita hanya melayani sistem bungkus saja. Kursi pun tidak kita sediakan, takut juga kalau makan di tempat. Jadi kalau ada yang mau beli kita hanya bungkus saja," ucap Neti.

Meski menerapkan sistem bawa pulang, omzet per hari yang ia peroleh tidak terlalu menurun drastis. Masih banyak pelanggannya yang membeli makan di warung miliknya.

(Tribunbatam.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Anambas

Penulis: Rahma Tika
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved