Jumat, 24 April 2026

Warga Batam Positif Corona B117, Waspadai Gejala Varian Baru Covid-19

Varian baru virus corona B117 sudah masuk Batam. Ada baiknya warga mengenali gejala virus corona B117. Simak gejalanya

TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Tim gabungan Satgas Covid-19 melakukan patroli di tempat keramaian di Sekupang Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Varian baru virus corona B117 sudah masuk Batam. Ada baiknya warga mengenali gejala virus corona B117.

Corona B117 adalah varian baru Covid-19 yang ditemukan di Inggris.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Batam, Budi Santosa.  

Ia mengatakan, pasien kasus Covid-19 varian baru merupakan warga Batam Kota.

Meski dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 varian baru, pasien tersebut mengakui tidak pernah memiliki riwayat perjalanan ke luar kota, atau pun luar negeri.

"Pasien itu tidak pernah melakukan perjalanan ke luar kota, bahkan bukan tergolong Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru saja kembali dari Malaysia kemarin," jelas Budi ketika dihubungi, Selasa (25/5/2021).

Saat ini, pihak BTKL-PP beserta Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam tengah melakukan upaya tracing terhadap kontak erat pasien yang bersangkutan.

Baca juga: AWAS! Virus Covid-19 Varian Baru B117 Masuk Batam

Proses tracing tengah dikonsentrasikan terhadap anggota keluarga.

"Saat ini kita harus waspada karena kami menduga virus Corona varian baru sudah tersebar di Batam. Mengingat pasien sebelumnya juga tidak diketahui kontak di mana, bisa jadi di mall, atau lokasi umum lainnya," tambah Budi. 

Virus B117 lebih menular sekitar 50% dibanding strain aslinya. 

 Para peneliti telah membuktikan, mutasi virus Kent, yang dianggap paling mematikan, mampu 70 kali lebih menular dan dapat menyebar jauh lebih mudah. 

Melansir news.lvhn.org, terdapat 23 perubahan pada mutasi varian B.1.1.7. 

Sementara sebuah analisis yang diamati di Inggris dan sebagian Eropa menunjukkan, pasien Covid-19 yang didiagnosis dengan varian baru cenderung menunjukkan tanda infeksi yang kurang khas. 

Seseorang yang terinfeksi virus corona dengan gejala, akan mengalaminya dalam waktu 2-14 hari. 

Gejala virus corona B117

1. Batuk dan sakit tenggorokan 

Mengutip The Guardian, batuk dan sakit tenggorokan lebih sering terjadi pada varian virus corona Inggris, B.1.1.7. 

Studi di Kantor Statistik Nasional Inggris menemukan, seseorang yang terpapar virus lebih mungkin mengalami batuk dibandingkan varian lama. 

Batuk dan sakit tenggorokan lebih sering terjaadi pada orang yang terinfeksi varian baru virus corona. Laporan mengenai gejala ini meningkat, dari 27% menjadi 35%. 

2. Demam 

Melansir The Times of India, seseorang yang terpapar varian baru virus corona, lebih banyak yang mengalami demam dibanding yang terinfeksi virus aslinya. 

Studi Kantor Statistik Nasional Inggris menyebutkan, orang yang terpapar varian baru virus dengan gejala demam sebesar 22%. Jumlah ini naik dari varian lama, sebesar 19%. 

3. Kelelahan dan nyeri otot 

Kelelahan ekstrim menjadi salah satu gejala Covid-19 yang paling umum. Sebuah studi JAMA, peneliti menemukan sebanyak 24 dari 177 pasien dalam penelitian, menderita kelelahan yang berkepanjangan. 

Gejala seseorang terpapar varian baru dengan merasa kelelahan juga meningkat tajam. 

Sementara Kantor Statistik Nasional Inggris yang mensurvei orang-orang yang terkena virus corona antara 15 November-16 Januari menunjukkan, sebanyak 25% mengalami nyeri otot. 

Nyeri otot semakin umum terlihat pada orang dengan varian baru virus corona. Jumlah kasus yang memperlihatkan tanda-tanda sakit yang menyiksa meningkat berlipat ganda. 

Penyebab utama nyeri otot dan nyeri tubuh yaitu mialgia, yang disebabkan oleh virus yang menyerang serat otot dan lapisan jaringan penting. 

Peradangan yang meluas juga dapat menyebabkan nyeri sendi, kelemahan, dan nyeri tubuh selama infeksi. 

Jika mencurigai ada nyeri otot, merasa sulit untuk melakukan pekerjaan, dan tidak memiliki kondisi kesehatan lain sebelumnya yang dapat memicunya, maka bisa mempertimbangkan untuk melakukan tes. 

4. Hilang rasa dan indera penciuman 

Dalam penelitian, pasien mengeluh kehilangan indra penciuman dan perasa, bahkan setelah sembuh dari virus corona.

Penyakit Covid-19 membuat pasien melaporkan ketidakmampuan mencium atau merasakan apa pun. 

Menurut para ilmuwan, hal ini kemungkinan lantaran kerusakan oleh virus pada indera penciuman. Kendati begitu, kehilangan rasa dan penciuman lebih kecil kemungkinannya dibanding varian lama. 

5. Kabut otak 

Kabut otak telah dilaporkan di antara gejala virus corona panjang atau mampu bertahan lama. Penderita Covid-19 yang mengalami kabut otak mengklaim sulitnya mengarikulasikan pikiran dan ekspresi seseorang. 

Bahkan, beberapa mengaku harus berpikir lebih keras dan sebagian mengeluh kesulitan berbicara dengan lancar. 

6. Sesak napas 

Sesak napas menjadi gejala umum yang kerap dialami pasien Covid-19. Gejala ini dapat muncul baik orang yang terinfeksi varian virus asli ataupun varian baru corona. 

7. Gejala neuorologis 

Dalam banyak kasus, gejala neurologis terjadinya infeksi dapat menimbulkan gejala, seperti pusing, kelelahan, malaise, dan mual. 

Kendati demikian, sulit membedakan kelelahan atau pusing yang disebabkan oleh Covid-19 atau sesuatu yang lain.

Sehingga, satu-satunya cara mengatasi kelelahan bisa dilakukan dengan memberi tubuh perawatan dan istirahat yang tepat sesuai kebutuhan. 

Hindari olahraga berat, yang membuat tubuh semakin merasa kelelahan.(*)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved