Breaking News:

PERBANKAN

Bank Indonesia Bakal Terbitkan Mata Uang Digital, Apa Manfaatnya?

BI merencanakan ke depan akan menerbitkan CBDC rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

ist
Logo Bank Indonesia (BI) 

TRIBUNBATAM.id - Bank Indonesia (BI) bakal mengeluarkan mata uang digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC). Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, pihaknya mempunyai tiga pertimbangan terkait rencana penerbitan mata uang digital tersebut. Pertama, mata uang digital merupakan kewenangan BI sebagai bank sentral.

Ini merupakan amanat dari Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang dijabarkan lewat UU Mata Uang dan UU Bank Indonesia

“Dalam konteks ini, BI merencanakan ke depan akan menerbitkan CBDC rupiah sebagai alat pembayaran yang sah,” ucap Perry, Selasa (25/5/2021) dalam Rapat Dewan Gubernur BI secara daring.

Menurut dia, sebagai instrumen pembayaran yang sah, CBDC rupiah ini akan disiapkan secara end-to-end baik secara perancangannya hingga peredarannya, sebagaimana yang dilakukan BI di uang kertas maupun kartu baik debit maupun kartu kredit.

Adapun pertimbangan kedua, CBDC akan mendukung pelaksanaan kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran termasuk persiapan dari infrastruktur pasar keuangan, valuta asing, dan sektor keuangan.

Kemudian ketiga, BI akan benar-benar mempertimbangkan teknologi yang akan digunakan. Hal ini bisa dengan melihat teknologi atau platform mana yang digunkaan oleh negara lain. 

CEO Indodax Oscar Damawan menilai, langkah tersebut dapat mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi digital nasional. "Jika nantinya BI membuat mata uang digital justru malah baik. Karena bisa ikut membesarkan ekosistem digital," katanya dalam keterangan tertulis.

"Karena prinsipnya, digitalisasi hadir sebagai solusi atas permasalahan yang selama ini terjadi. Dalam hal ini, digitalisasi akan dapat menyempurnakan ekosistem finansial," tambahnya. Menurut Oscar, pemerintah perlu mengembangkan sistem keuangan digital yang dapat dijangkau dengan mudah dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan demikian, langkah BI menghadirkan uang digital dapat mendongkrak literasi keuangan digital. Terima kasih telah membaca Kompas.com. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email "Jadi, kita tidak ketinggalan dengan negara lain di bidang mata uang digital,” katanya.

Lebih lanjut Oscar menyarankan kepada pemerintah untuk mrmpertimbangkan mengadopsi sistem blockchain. Pasalnya, sistem blockchain diyakini dapat menjadi solusi yang lebih efisien, transparan dan lebih aman. Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, saat ini bank sentral masih merumuskan pembentukan Center Bank Digital Currency (CBDC).  (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved