Breaking News:

TRIBUN WIKI

Sepak Terjang Pangkostrad Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Pernah Lawan FPI

Inilah Sepak Terjang Pangkostrad Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Pernah Lawan FPI.

ISTIMEWA
TNI AD - Inilah Sepak Terjang Pangkostrad Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Pernah Lawan FPI. 

TRIBUNBATAM.id -  Mayjen TNI Dudung Abdurachman kini naik pangkat menjadi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Selasa (25/5/2021).

Sebelumnya, posisi itu dijabat oleh Letnan Jenderal TNI Eko Margiyono.

Sementara Mayjen TNI Dudung Abdurachman sebelumnya menjabat sebagai Pangdam Jaya.

Artinya, Jenderal bintang dua ini naik pangkat menjadi Letnan Jenderal dengan tiga bintang di pundaknya.

Sosok Mayjen TNI Dudung Abdurachman santer disebut beberapa waktu lalu.

Ia dengan berani melawan Front Pembela Islam (FPI), akhir 2020 lalu.

Copot baliho FPI

Prajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab
Prajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab (kompas.com/GARRY LOTULUNG)

Saat itu, Dudung secara terang-terangan menginstruksikan prajuritnya untuk mencopot baliho organisasi Front Pembela Islam ( FPI).

Instruksi ini diberikan Dudung tak lama usai Pemimpin FPI Rizieq Shihab kembali dari Arab Saudi pada November 2020.

Kala itu, spanduk Rizieq dan FPI bertebaran di berbagai penjuru Ibu Kota.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya," kata Dudung menjawab pertanyaan wartawan usai apel pasukan di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).

Dudung menjelaskan, awalnya sejumlah petugas satpol PP sudah menurunkan baliho yang dipasang tanpa izin itu. Namun, pihak FPI justru kembali memasang baliho-baliho tersebut. Oleh karena itu, TNI turun tangan.

Selain soal spanduk, kepulangan Rizieq saat itu juga sempat menimbulkan kerumunan oleh massa pendukungnya. Padahal, kerumunan massa dilarang di masa pandemi Covid-19.

Dudung pun sempat mengusulkan agar organisasi FPI dibubarkan saja.

"Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari. Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur, suka-sukanya sendiri," kata Dudung.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved