Breaking News:

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Kepri Siapkan Pembiayaan dengan Bunga Rendah.

OJK Kepri juga menyiapkan strategi untuk membantu masyarakat keluar dari jeratan rentenir, strategi itu produk pembiayaan dengan bunga rendah.

Penulis: Rebekha Ashari Diana Putri | Editor: Rimna Sari Bangun
TribunBatam.id/Rebekha Ashari Diana Putri
OJK KEPRI - Kepala kantor OJK Kepri, Rony Ukurta Barus. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Peningkatan literasi keuangan tengah menjadi perhatian OJK. Sebab melalui literasi keuangan diyakini akan mendukung upaya pencapaian stabilitas sistem keuangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang lebih inklusif. 

Literasi keuangan yang baik diharapkan dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang well literate sehingga mampu menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai untuk mencapai kesejahteraan keuangan yang berkelanjutan (financial well being).

Untuk itu, pelaksanaan edukasi dalam rangka meningkatkan keuangan masyarakat Indonesia sangat diperlukan.

"Selain untuk meningkatkan jumlah pengguna produk dan layanan jasa keuangan, tujuan peningkatan literasi keuangan sendiri ditujukan agar masyarakat dapat memahami dengan benar manfaat dan risiko, hak dan kewajiban serta meyakini bahwa produk dan layanan jasa keuangan yang dipilih dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucap Kepala Kantor OJK Provinsi Kepri, Rony Ukurta Barus.

Lebih lanjut ia mengatakan, literasi Keuangan mampu memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat agar memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik sekaligus terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas.

"Literasi keuangan juga memberikan manfaat yang besar bagi sektor jasa keuangan. Lembaga keuangan dan masyarakat saling membutuhkan satu sama lain sehingga semakin tinggi tingkat literasi keuangan masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan," paparnya.

Selain itu, untuk memudahkan masyarakat menjangkau berbagai produk serta layanan keuangan, OJK juga meluncurkan program Laku Pandai atau singkatan dari Layanan Keuangan Tanpa Kantor.

Laku Pandai dihadirkan sebagai penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan melalui kerja sama dengan pihak agen bank dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi.

"Masih banyak anggota masyarakat yang belum mengenal, menggunakan atau mendapatkan layanan perbankan dan layanan keuangan lainnya yang disebabkan banyak faktor seperti bertempat tinggal di lokasi yang jauh dari kantor bank atau adanya biaya atau persyaratan yang memberatkan. Untuk itu, OJK, industri perbankan, dan industri jasa keuangan lainnya berkomitmen mendukung terwujudnya keuangan inklusif dengan menghadirkan program Laku Pandai yang harapannya pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antarwilayah di Indonesia, terutama antara desa dan kota dapat tercapai," tuturnya.

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kepulauan Riau juga menyiapkan strategi untuk membantu masyarakat keluar dari jeratan rentenir. Strategi itu berupa produk pembiayaan dengan bunga rendah.

Yakni Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR). Produk KPMR ini lebih ditujukan kepada pedagang atau usaha mikro yang biasa berjualan dan membutuhkan dana untuk usaha dengan nilai yang tidak terlalu besar

"Dengan produk KPMR ini, diharapkan perbankan yang bekerja sama dapat terjun langsung bersama dengan koperasi pedagang atau perwakilan usaha mikro tersebut, dan langsung melakukan proses penyaluran kredit pembiayaan itu tanpa harus menunggu lama," jelasnya.

Dengan program-program yang dikucurkan oleh OJK tersebut, harapannya mampu mempercepat inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

"Program literasi dan edukasi keuangan bukan hanya pekerjaan OJK dan industri jasa keuangan saja, namun merupakan tanggung jawab bersama berbagai pihak lintas kementerian dan lembaga maupun sektor swasta," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved