ROHANI KRISTEN
DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Jumat, 28 Mei 2021: ‘Hargailah Rumah Allah’
DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Jumat, 28 Mei 2021 mengajak seluruh umat Katolik untuk menghargai rumah Allah.
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
Editor: Thomm Limahekin
TRIBUNBATAM. id, BATAM – DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Jumat, 28 Mei 2021 mengajak seluruh umat Katolik untuk menghargai rumah Allah.
Dalam bacaan pertama, Kitab Putera Sirakh mengisahkan keturunan bangsa Israel yang terus dikenang turun-temurun.
Dalam bacaan injil, Markus menggambarkan bagaimana Yesus meninjau Bait Allah ketika tiba di Yerusalem.
Nah, kisah inilah yang menjadi sumber inspirasi bagi RP Lukas Gewa Tiala SVD untuk mengajak seluruh umat Katolik untuk memaknai Sabda Tuhan dalam renungan, ‘Hargailah Rumah Allah’.
Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik: ‘Tinggalkan Semua Demi Yesus’
Bacaan Pertama: Sir 44:1.9-12
Leluhur kita penuh belas kasihan, dan nama mereka dikenang sepanjang masa.
Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh:
Kami hendak memuji orang-orang termasyhur, para leluhur kita, menurut urut-urutannya.
Di antara mereka ada yang tidak diingat lagi, yang lenyap seolah-olah tidak pernah ada.
Mereka itu seolah-olah tidak pernah dilahirkan, dan demikianpun nasib anak-anak mereka sesudahnya.
Tetapi yang lain adalah orang kesayangan, yang kebajikannya tidak sampai terlupa.
Semuanya tetap tinggal pada keturunannya sebagai warisan baik yang berasal dari mereka.
Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian, dan anak-anak merekapun demikian pula keadaannya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Jumat, 21 Mei 2021: ‘Apakah Engkau Mengasihi Yesus???’
Bacaan Injil: Mrk 11:11-26
Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. Percayalah kepada Allah!
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Pada waktu Yesus tiba di Yerusalem, Ia masuk ke Bait Allah, dan meninjau semuanya.
Tetapi karena hari sudah hampir malam, Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.
Keesokan harinya, sesudah mereka itu meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.
Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat
kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu.
Tetapi waktu tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
Maka kata Yesus kepada pohon itu, "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Ucapan itu terdengar pula oleh para murid.
Maka Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah masuk ke Bait Allah, mulailah Yesus mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah.
Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, dan Ia tidak mengijinkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.
Lalu Ia mengajar mereka, "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kalian ini telah menjadikannya sarang penyamun!"
Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu. Maka mereka berusaha untuk membinasakan Yesus.
Tetapi mereka takut kepada-Nya, sebab mereka melihat orang banyak takjub akan pengajaran-Nya. Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.
Pagi-pagi Yesus dan murid-murid-Nya lewat, dan melihat bahwa pohon ara itu sudah kering sampai ke akar-akarnya.
Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu berkata kepada Yesus, "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering."
Yesus menjawab mereka, "Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung itu,
'Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut,' maka hal itu akan terjadi, asal ia tidak bimbang hati, tetapi percaya bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi.
Karena itu Aku berkata kepadamu, apa saja yang kalian minta dan doakan, akan diberikan kepadamu, asal kalian percayalah bahwa kalian akan menerimanya.
Dan jika kalian berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."
Tetapi jika kalian tidak mengampuni, maka Bapamu yang di surga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.
Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus.
Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Selasa, 18 Mei 2021: ‘Yesus Berdoa Untuk Para Murid-Nya’
Renungan
‘Hargailah Rumah Allah’
Saudara dan saudariku dalam Tuhan Yesus, semoga anda semuanya dalam keadaan yang sehat sehat saja. Jumpa kembali dalam permenungan Harian Sabda Tuhan, Embun Sabda, edisi Jumat, 28 Mei 2021.
Saya ajak anda hari ini merenungkan soal Berdoalah dan Hargailah Tempat Pertemuanmu dengan Allah Tuhanmu.
Saudara dan saudariku dalam Tuhan Yesus, kalau kita mau jujur dalam berbicara soal penghormatan tempat2 kita bertemu dengan Tuhan Allah kita maka kesimpulan yang ada adalah kesedihan, bisa juga kekecewaan.
Mengapa saya katakan demikian? Karena tempat tempat ini sering dan bahkan banyak kali tidak lagi dihargai dan dihormati.
Kita bisa ambil contoh bagaimana Gereja Gereja dan Kapela Kapela kita sering digunakan untuk tempat bermedsos ria saat perayaan perayaan liturgis, digunakan sebagai tempat bergosip bahkan.
Apakah itu sesuai yang diinginkan Tuhan Allah kita? Tentu tidak, bukan? Apalagi kalau kita berbicara soal diri kita yang adalah Bait Roh Kudus.
Dimana dalam diri kita Allah Tuhan kita juga mau bertemu dan berkomunikasi dengan kita, dan disanalah Dia berdiam. Sudahkah diri kita mendapat penghargaan dan penghormatan?
Saudara dan saudariku dalam Tuhan Yesus, dalam Injil, Yesus masuk ke Bait Allah, dan menyaksikan Bait Allah yang seharusnya adalah Rumah Doa, tempat komunikasi antara manusia dengan Allah, dijadikan pasar, dijadikan tempat jual beli.
Yesus marah dan mengusir semua orang itu. Yesus membalikan meja meja penukar uang dan bangku bangku pedagang merpati.
Yesus marah. Yesus bahkan menghardik mereka dengan perkataan tegas, "...kalian telah menjadikan sarang penyamun." Untuk Yesus, sekali lagi, Bait Allah adalah rumah doa.
Saudara dan saudariku dalam Tuhan Yesus, kita disadarkan dan dingatkan Tuhan Yesus lewat injil hari ini, apa yang harus kita buat berhubungan dengan tempat tempat tersebut.
Kita diundang untuk sungguh menghargai tempat tempat tersebut sebagai tempat kudus, tempat berdoa.
Tempat tempat tersebut, gedung gedung Gereja dan Kapela kita, adalah Rumah Doa. Rumah dimana kita berkomunikasi dengan Allah Tuhan kita yang Mahakudus.
Disamping itu, diri kita juga harus terus kita arahkan dengan bantuan kekuatan Tuhan untuk berjalan menuju kekudusan, karena kita adalah bait kudus Allah.
Kita juga harus menguduskan diri kita, menjauhkan diri kita dari dosa. Saudara dan saudariku dalam Tuhan Yesus, kita harus berjuang untuk sungguh sekali lagi menjadikan Rumah2 tersebut sebagai Rumah Doa.
Biarlah dalam keheningan kita bertemu dengan Allah Tuhan kita disana, dan sungguh merasakan kehadiranNya buat diri kita. Mari kita berjuang dengan bantuan rahmatNya. Amin.
Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Kamis, 6 Mei 2021: ‘Tinggallah Dalam Kasih Yesus’
Doa
Tuhan Yesus, seandainya Engkau hadir dalam hidup kami sekarang, Engkau pasti akan marah dengan kami yang tidak hormat terhadap tempat tempat kudus dimana Engkau hadir.
Kami mohon Tuhan, ampunilah dosa dosa kami kurang menghargai dan menghormati tempat2 tersebut, serta kurang menghargai diri kami sebagai Bait kudusMu.
Tolonglah kami menjadikan semua tempat2 itu sebagai rumah Doa, tempat kami bertemu dengan Engkau dalam kekhusukan. Bantulah dan Tolonglah kami.
Semoga kita semua dan semua yang kita sayangi dan cintai, serta segala usaha dan kerja kita, dilindungi, dibimbing dan diberkati Allah Yang Mahakuasa, Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. (TRIBUNBATAM.id/Thomm Limahekin/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2805_rohani_yesus-kecil-sudah-berada-di-bait-allah.jpg)