Rabu, 6 Mei 2026

BATAM TERKINI

KASUS Covid-19 di Batam Terus Meroket, OTG Harus Diisolasi, Pemko Jamin Biaya Selama Karantina

Pasien yang berstatus OTG tetap harus menjalani isolasi karantina di lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah Kota Batam

Tayang:
FREEPIK.COM
Ilustrasi covid-19. Pasien yang berstatus OTG tetap harus menjalani isolasi karantina di lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah Kota Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam terus melonjak.

Namun rata-rata merupakan pasien yang tidak ada gejala atau OTG sehingga menjalani isolasi mandiri. 

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menegaskan pasien yang berstatus OTG tetap harus menjalani isolasi karantina di lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah Kota Batam. Salah satunya Asrama Haji. 

“Pasien OTG sudah kami tempatkan di Asrama Haji, kami mau lakukan tindakan karantina terhadap mereka selama sebulan duli,” ujar Rudi, Jumat (28/5/2021).

Diakuinya pasien OTG tidak ditanggung oleh Pemerintah Pusat. Biaya makanan maupun akomodasi para pasien diganggung oleh Pemerintah Kota Batam

Untuk biaya makan, Rudi menyebutkan setiap pasien dianggarkan Rp 60-70 ribu per hari untuk biaya makan. Sedangkan biaya lainnya tidak termasuk, seperti untuk mencuci pakaian akan dilakukan pasien itu sendiri.

“Kami hanya sediakan ember saja, mereka yang cuci sendiri,” ujarnya.

Selain biaya tersebut, biaya lainnya menyangkut akomodasi para pasien OTG. Pihaknya akan melakukan penjemputan dari rumah ke tempat karantina.

“Ada bus yang kami siapkan,” ucapnya. 

Setelah satu bulan dilakukan kebijakan ini, pihaknya akan menganalisa, apakah tetap dilanjutkan atau tidak. Mengingat kemampuan anggaran yang kurang memadai.

“Nanti dibuat analisanya, BP Batam juga ikut membantu dengan pengadaan asrama haji, saya sudah minta BP Batam buat surat ke Kementrian terkait,” kata dia. 

Sementara itu, terkait daya tampung Asrama Haji, Rudi mengatakan bisa menampung hingga 900 orang. Jika nantinya sudah penuh, maka pasien OTG bisa ditempatkan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di Kawasan Marina, Sekupang. 

“Masih cukuplah, ada yang masuk ada yang keluar karena sembuh,” katanya. 

Saat ini jumlah pasien OTG yang ditempatkan di Asrama Haji mencapai 105 orang, diantaranya laki-laki sebanyak 60 orang dan perempuan sebanyak 45 orang. 

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menambahkan bahwa Pemerintah Kota Batam juga minta Pemerintah Provinsi untuk dapat membantu anggaram bagi pasien OTG. 

“Kami sudah minta agar Pemerintah Provinsi bantu untuk pasien OTG,” ujar Amsakar.

Rudi juga memperingatkan warga Batam untuk selalu memperhatikan penerapan protokol kesehatan, baik di luar maupun di lingkungan rumah.

Pasalnya, saat ini banyak pasien Covid-19 yang tak bergejala (Asimptomatik) tengah menjalani isolasi mandiri di kediaman masing-masing.

Sewajarnya, isolasi mandiri juga harus dijalankan dengan protkes yang ketat.

Namun karena banyaknya jumlah pasien isolasi mandiri di beberapa wilayah kecamatan se-Kota Batam, serta terbatasnya tenaga kesehatan, maka jalannya isolasi mandiri bagi pasien Asimptomatik sulit untuk dipantau.

"Orang tanpa gejala (OTG) bukan berarti tidak menular, dia tetap bisa menularkan virus. Makanya kami ingin memastikan apakah yang isolasi mandiri ini tetap disiplin untuk tidak keluar rumah? Kan jumlahnya banyak sekali, susah mengontrolnya," jelas Rudi ketika ditemui di Pelabuhan Batu Ampar, Senin (24/5/2021).

Baca juga: CURHAT Supri, Korban Kebakaran di Sei Panas, Tabungan Hasil Kerja Setahun Hangus Dilalap Api

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Rudi mengharapkan para pasien Asimptomatik ini dapat dirawat di ruang isolasi yang memadai. Dalam hal ini, ia telah mencanangkan gedung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam dan Asrama Haji sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala.

Namun kendalanya, biaya perawatan pasien Covid-19 tanpa gejala kini tidak lagi menjadi tanggungjawab pemerintah pusat. Dengan demikian, biaya isolasi kemungkinan akan dibebankan kepada pemerintah daerah.

"Sekarang yang OTG tidak lagi ditanggung pemerintah pusat, makanya saya sekarang mau merapatkan bersama BP Batam dan Pemko Batam terkait anggarannya," ujar Rudi. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi/Hening Sekar Utami)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved