Breaking News:

Bos Tik Tok Pensiun Dini di Usia 38 Tahun, Raup Kekayaan Rp 526,4 Triliun

Zhang mengatakan posisinya akan diisi oleh pendiri sekaligus Head of Human Resources ByteDance Liang Rubo.

idxchannel
Bos Tiktok Zhang Yiming 

TRIBUNBATAM.id - Sudah bergelar triliuner, pendiri sekaligus CEO dari induk perusahaan TikTok, BytdeDance, Zhang Yiming memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir tahun ini.

Zhang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO di usianya yang ke 38 tahun.

Dilansir dari The New York Times, Sabtu (29/5/2021), dalam surat kepada karyawan yang diunggah di laman resmi perusahaan Zhang mengatakan posisinya akan diisi oleh pendiri sekaligus Head of Human Resources ByteDance Liang Rubo.

"Setelah mengalihkan peran saya dari posisi CEO dan mengalihkan tanggung jawab dari kegiatan manajemen sehari-hari, saya akan memiliki lebih banyak ruang untuk mengeksplorasi strategi jangka panjang, budaya organisasi, serta tanggung jawab sosial dengan perspektif yang lebih obyektif bagi perusahaan," tulis Zhang.

Di dalam surat tersebut pun tidak dijelaskan apakan transisi kepempimpinan tersebut akan berdampak terhadap posisi Zhang yang juga berperan sebagai chairman atau setingkat komisaris di perusahaan.

The New York Times pun memberitakan, pihak perwakilan ByteDance juga tidak segera memberi komentar terhadap pertanyaan yang mereka ajukan. 

Ia mendirikan perusahaan tersebut pada tahun 2012 lalu, dan kini telah bernilai sekitar 400 miliar dollar AS atau Rp 5.720 triliun (kurs Rp 14.300).

Zhang memimpin perusahaan induk TikTok tersebut dengan fokus melakukan ekspansi global.

Ia telah meruntuhkan berbagai hirarki internal dan berupaya untuk membangun tenaga kerja yang memiliki motivasi sehingga perusahaan bisa tetap tumbuh tanpa kehilangan kelincahan sebagai sebuah perusahaan rintisan.

"Kerap kali, ketika sebuah perusahaan telah bertumbuh dan ekspansi, banyak dari mereka yang terjebak dan tugas CEOnya menjadi sangat sentral, dengan emndengarkan presentasi, mengalihkan izin, dan membuat keputusan. Ini akan membuat perusahaan terlalu bergantung pada ide-ide yang sudah ada," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved