Breaking News:

LINGGA TERKINI

Warga Terganggu Bau Tak Sedap, Aktivitas Pengolahan Aspal di PT Harap Panjang Lingga

Warga Desa Bukit Belah dan Kelurahan Raya Lingga mengeluhkan bau tak sedap aktivitas dari PT Harap Panjang di Bukit Keliling.

tribunbatam.id/istimewa
Warga Terganggu Bau Tak Sedap, Aktivitas Pengolahan Aspal di PT Harap Panjang Lingga. Foto Camat dan Kapolsek Singkep Barat melakukan sidak ke PT Harap Panjang di Bukit Keliling, Kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kamis (27/5/2021) lalu 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Masyarakat Desa Bukit Belah dan Kelurahan Raya Lingga, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, mengeluhkan aktivitas PT Harap Panjang yang berada di Bukit Keliling, Kelurahan Raya.

Pasalnya perusahaan pengolahan aspal itu dalam operasionalnya menimbulkan banyak dampak negatif bagi masyarakat sekitarnya.

Baik itu polusi udara maupun asap aspal dari perusahaan yang baunya sampai ke rumah-rumah warga.

Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Bukit Belah, Asran mengatakan, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk menutup atau memindahkan lokasi pemasakan hotmix aspal tersebut di luar wilayahnya.

“Kalau musim selatan dan timur, kita masyarakat Bukit Belah kena baunya. Bahkan sampai ke rumah-rumah warga termasuk rumah saya,” kata Asran pada Jumat (28/5/2021).

Baca juga: ASAP Hitam dan Bau Menyengat, Warga Geram Ada Pengusaha Bakar Limbah di Lahan Kosong Simpang Nato

Selain itu, ia mengaku anak-anak sekolah juga mengeluhkan kondisi ini. Sebab bau aspal itu tercium hingga lokasi sekolah yang ada di Batu Belah.

”Ini pencemaran dan jika ini terjadi pada saat musim kemarau nanti sangat bau. Kalau sekarang terbantu karena kadang-kadang hujan,” ucap Asran.

Ia melanjutkan, ketika musim utara atau barat daerah Kelurahan Raya, yang terdampak paling parah dan kasus itu bukan persoalan baru melainkan sudah lama.

”Tentu ini sangat berbahaya sekali. Kita tidak mau solusi dan sebagainya dari perusahaan ataupun pejabat terkait untuk mencari solusi lain karena sudah cukup lama masyarakat kita ini menderita,” terangnya.

Menurutnya, selama ini perusahaan juga tidak pernah menanggapi keluhan dari masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Febriyuanda
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved