Breaking News:

NATUNA TERKINI

7 Pelaku Pengeboman Ikan di Midai Ditangkap Satpolairud Polres Natuna

Satpolairud Polres Natuna menangkap 7 pelaku pengeboman ikan di Midai pada Sabtu (29/5). Enam di antaranya nelayan, dan satu penampung

tribunbatam.id/Muhammad Ilham
Konferensi Pers - Satpolairud Polres Natuna gelar konferensi pers pengungkapan 7 pelaku pengeboman ikan di ruang Satintelkam Polres Natuna, Senin 31 Mei 2021 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Satpolairud Polres Natuna menangkap tujuh pelaku pengeboman ikan di perairan Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna, Kepri, Sabtu (29/5/2021) lalu.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian melalui Kasatpolairud Polres Natuna, Sandy Pratama saat konferensi pers di ruang Satintelkam Polres Natuna, Senin 31 Mei 2021.

Diketahui dari tujuh tersangka itu terdiri dari enam nelayan yang melakukan pengeboman ikan di laut Midai dan satu penampung ikan.

Enam nelayan ditangkap polisi di lokasi pengeboman, sementara satu penampung ditangkap di kediamannya di Midai.

Sandy menceritakan kronologis penangkapan pelaku pengeboman ikan.

Baca juga: 2 Pengendara Motor Ditangkap Polisi Lalulintas, Bawa Badik dan Bom Ikan, Diduga Untuk Membegal

Baca juga: Polres Natuna Bangun 4 Pos Jelang Idul Fitri, Dukung Kebijakan Larangan Mudik

"Pada Sabtu 29 Mei 2021, sekitar Pukul 10.00 WIB, Satpolairud Polres Natuna melakukan patroli sekaligus penyelidikan di perairan Midai menggunakan kapal C3 nomor lambung 1001," kata Sandy kepada awak media.

Sandy melanjutkan pelaku didapati tepat di titik koordinat, 03 derajat, 07 menit, 611detik Utara dan 107 derajat, 42 menit, 210 detik Timur. Kemudian tim memergoki satu unit kapal pompong (kapal kayu) tanpa nama dan 1 unit sampan yang sedang melakukan penangkapan ikan menggunakan bom ikan.

"Setelah melakukan pemeriksaan, didapati enam nelayan serta BB (barang bukti-red) bom ikan sebanyak 23 botol siap pakai, kompresor, selang sepanjang 100 meter, 21 botol belum terpasang sumbu, 12 sumbu bom ikan, 3 kaca mata selam dan 18 dupa gaharu sebagai pemantik api," jelasnya.

Selanjutnya, pihanya mengembangkan kasus tersebut. Kemudian diketahui bom yang digunakan nelayan berasal dari JI yang merupakan warga Midai.

Selain sebagai penyedia bahan peledak, JI juga orang yang menyuruh enam nelayan untuk menangkap ikan menggunakan bom.

"Nah setelah ikan dibom, hasilnya ditampung JI kemudian dibawa ke Kalimantan Barat untuk dijual," ujarnya.

Akibat perbuatannya itu, para tersangka dijerat pasal 84 (1) UU No. 45 tahun 2009 dengan ancaman 6 tahun penjara dan pasal (1) UU Darurat RI No. 12 tahun 1951 dengan ancaman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

(Tribunbatam.id/Muhammad Ilham)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Natuna

Penulis: Muhammad ilham
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved