Breaking News:

Awasi Transaksi Perdagangan Aset Kripto, Pemerintah Bakal Buka Bursa Kripto Selambat Akhir Tahun Ini

Apabila bursa berhasil dibentuk di akhir tahun ini, Indonesia akan menjadi negara pertama yang pasar bursanya diatur oleh pemerintah. 

Editor: Rimna Sari Bangun
TRIBUNBATAM.id/IST
Ilustrasi bitcoin, aset kripto. Pemerintah akan membua bursa Kripto paling lambat akhir tahun 2021 

 JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Kementerian Perdagangan akan membentuk bursa kripto selambat-lambatnya akhir tahun ini sebagai salah satu wadah untuk mengawasi jalannya transaksi perdagangan mata uang kripto di Indonesia.

"Memang di akhir tahun ini paling lambat akan dibentuk bursa. Kita juga juga berpandangan bahwa sirkulasi dan arus crypto harus banyak di dalam negeri ketimbang harus di luar negeri,"ujar Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan bersama dengan Komisi VI DPR RI secara virtual, Senin (31/5/2021).

Dia berpendapat apabila bursa berhasil dibentuk di akhir tahun ini, Indonesia akan menjadi negara pertama yang pasar bursanya diatur oleh pemerintah. 

"Di negara lain tidak ada, di AS yang mengatur itu swasta, bahkan di Tiongkok itu dilarang. Jadi kalau bisa berpotensi menguntungkan buat kita, mengapa tidak, selama regulasinya terbilang diatur," ungkapnya.

Jerry juga memastikan bahwa aset krippto adalah aset yang bisa diperdagangkan oleh komunitas dan bukan mata uang. Sebab diakui dia, masih banyak masyarakat yang berpendapat bahwa kripto bisa digunakan sebagai uang.

Oleh sebab itu lanjut dia, dengan dibuatnya peraturan atau regulasi melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi alias Bappebti, diharapkan transaksinya bisa sesuai dengan yang diharapkan.

Jerry juga menilai bahwa transaksi kripto cukup potensial. Bahkan per hari bisa mencapai Rp 1,7 triliun.

Baca juga: Antisipasi Kerugian Saat Berinvestasi Aset Kripto, Para Pemula Harus Simak Trik Berikut Ini

Lima risiko besar maraknya perdagangan cryptocurrency

Bank Indonesia (BI) mengingatkan bahwa risiko cryptocurrency masih sangat besar bagi perekonomian Indonesia.

BI menyebut ada lima risiko besar yang harus dihadapi dengan meningkatnya transaksi cryptocurrency di Indonesia

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved