Rabu, 22 April 2026

TRIBUN WIKI

Kisah Soekarno Perkenalkan Ideologi Pancasila ke Dunia, Gemparkan Sidang Umum PBB

Kisah Soekarno Perkenalkan Ideologi Pancasila ke Dunia, Gemparkan Sidang Umum PBB.

ISTIMEWA
PANCASILA - Kisah Soekarno Perkenalkan Ideologi Pancasila ke Dunia, Gemparkan Sidang Umum PBB. FOTO: SOEKARNO 

TRIBUNBATAM.id - Perjuangan Soekarno dalam memperkenalkan ideologi Pancasila ke seluruh dunia bukan hal mudah.

Hari ini, kita memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai satu peristiwa penting.

Kala itu, Soekarno yang masih menjabat sebagai Presiden RI sempat menghebohkan sidang umum PBB dengan pidatonya.

Hal ini lantaran Presiden Soekarno bahkan meminta PBB untuk meniru dasar ideologi Pancasila.

Foto : Presiden Soekarno. (life)

Pada tahun 1960-an, nama Presiden Indonesia Soekarno menjadi pusat perhatian dunia.

Bukan tanpa alasan, hal itu lantaran kehebatan tokoh-tokoh nasional termasuk Bung Karno yang cukup mengejutkan publik dunia.

Sang Proklamator pernah diundang untuk berpidato di salah satu sidang umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Kehebohan pun terjadi pada sidang PBB tanggal 30 September 1960 saat Presiden Soekarno naik podium.

Kala itu, dia menyajikan dasar ideologi negara Indonesia, Pancasila di muka dunia.

Tanpa terkecuali Soekarno juga mengungkapkan inti dari Pancasila tersebut agar bisa ditiru dalam membentuk organisasi bangsa-bangsa dalam naungan PBB.

Hal itu diungkap oleh salah satu Menteri muda yang pernah berada di jajaran ring satu Presiden Soekarno menjelang lengser.

Dalam kanal Youtube Videonesia (27/12/2019), mantan Menteri Transmigrasi dan Koperasi itu mengungkap betapa terkejutnya dunia internasional dengan pidato Soekarno kala itu.

Bahkan Soekarno bermaksud untuk memberi contoh pada PBB untuk meniru Pancasila yang dimaksudkan Soekarno berupa rasa gotong-royong dalam menjalin hubungan antar negara.

Dalam kesempatan tersebut, Soekarno juga sempat mengutip sebuah ayat Al-Quran.

Hal itupun menjadi yang pertama kalinya tokoh muslim mengutip ayat Al-Quran dalam pertemuan bangsa-bangsa.

Bahkan menurut Achadi, selepas pidato di sidang umum PBB tersebut nama Soekarno semakin diperhitungkan dunia.

Tak sampai disitu, banyak penghargaan diberikan pada sosok Proklamator Kemerdekaan Indonesia oleh sejumlah negara muslim kala itu.

Namun ada hal yang tersembunyi di balik maksud Soekarno menyampaikan Pancasila di muka sidang PBB kala itu.

Mohammad Achadi mengungkapkan, kala itu Presiden Soekarno memang tengah memiliki misi untuk membuat PBB tandingan.

PBB tandingan tersebut berisi sejumlah negara yang juga baru saja merdeka seperti Indonesia.

Hal itu dimaksudkan agar negara-negara yang baru saja merdeka tersebut tidak didiskriminasi oleh negara yang telah lama merdeka dan negara-negara yang merasa berkuasa.

Namun maksud Soekarno tersebut harus kandas di tengah jalan lantaran peristiwa 5 tahun selepas dirinya jadi sorotan dunia di sidang PBB tersebut.

Foto : Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. (Istimewa)

Sosok Soekarno

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, Soekarno memiliki nama dan gelar lengkap Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno1 (ER, EYD: Sukarno, nama lahir: Koesno Sosrodihardjo).

Ia lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun.

Soekarno merupakan Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945–1967.

Ia adalah seorang tokoh perjuangan yang memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.

Soekarno adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Melansir artikel di Sosok.ID dengan Judul "Bawa Pancasila ke Panggung Dunia, Soekarno Pernah Gemparkan Sidang PBB Gegara Minta Dasar Negara Indonesia Juga Jadi Dasar Organisasi Dunia, Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.

Yang isinya —berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan Darat— menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan.

Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen.

Setelah pertanggungjawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967,

Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS pada tahun yang sama.

Dan Soeharto yang menggantikannya sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia. (*)

(*)

Berita lain tentang TRIBUN WIKI
Baca berita terbaru lainnya di Google
Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved