Sabtu, 11 April 2026

SAHAM

Menguat pada Pekan Terakhir Mei, Analis Prediksi IHSG Melemah di Awal Juni 2021

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mencermati, penguatan IHSG ini tidak akan berlangsung pada perdagangan di awal bulan Juni, Rabu (2/6). 

ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay
Pria memperhatikan Pergerakan harga sepengendali di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/1) lalu. IHSG pada awal Juni 2021 diprediksi tak sekuat perdagangan pekan lalu. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Masuk zona hijau pada perdagangan terakhir bulan Mei, Senin (31/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 98,847 poin atau 1,69% ke level 5.947,46.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), mayoritas sektor di bursa memang bergerak menguat. Kenaikan paling signifikan dicatatkan oleh sektor teknologi hingga 8,66%. Kemudian disusul sektor infrastruktur dan sektor bahan baku yang terkerek masing-masing 3,50% dan 2,19%. 

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mencermati, penguatan IHSG ini tidak akan berlangsung pada perdagangan di awal bulan Juni, Rabu (2/6).  IHSG diprediksi bergerak cenderung melemah dengan level resistance 5.930 dan level support 5.750. 

Pergerakan IHSG diperkirakan lebih terbatas dengan mempertimbangkan indikasi overbought yang ditunjukkan oleh Stochastic RSI. Di samping itu, level penutupan Senin (31/5) berada pada kisaran resistance 5.950. 

"Faktor lain yang mendasari proyeksi tersebut adalah kecenderungan pelaku pasar yang sudah lebih dulu mengantisipasi strong US Manufacturing Indeks di bulan Mei 2021 dengan akumulasi beli pada perdagangan Jumat," jelas Vady, Senin (31/5).

Oleh karenanya, pada perdagangan hari Senin, akumulasi beli signifikan dicatatkan oleh saham-saham bank yang relatif berkaitan dengan pemulihan ekonomi.

Sementara sentimen dari dalam negeri, pelaku pasar akan mengantisipasi data inflasi dan indeks manufaktur yang lebih tinggi di Mei 2021. Data tersebut dapat memperkuat keyakinan pelaku pasar terhadap tercapainya proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 oleh Kementerian Keuangan RI yang dipatok 7,1% yoy hingga 8,3% yoy.

Untuk perdagangan Rabu (2/6), Valdy masih menyarankan investor untuk mencermati saham-saham perbankan seperti BBCA, BBNI, BMRI, BBRI, BRIS, dan BTPS.

Sebelumnya,  IHSG ditutup melesat 98,84 poin atau 1,69% ke level 5.947,46 pada perdagangan Senin (31/5). Kenaikan IHSG ini juga ditopang dengan aksi net buy asing di seluruh pasar.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Infokom, total volume perdagangan saham di BEI mencapai 21,63 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,99 triliun. Ada 297 saham yang menguat, 202 saham yang turun dan 148 saham yang stagnan.

 Top gainers indeks LQ45 adalah:
1. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) 9,43% ke Rp 2.900 per saham
2. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) 8,37% ke Rp 2.590 per saham
3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) 5,20% ke Rp 3.440 per saham

Baca Juga: Net buy asing capai Rp 265 miliar, IHSG naik 0,81% ke 5.895 di sesi I hari ini (31/5)

Top Losers Indeks LQ45 adalah:
1. PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) 1,97% ke Rp 1.990 per saham
2. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 1,60% ke Rp 925 per saham
3. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 1,33% ke Rp 1.115 per saham

Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 748,45 miliar saham di seluruh pasar. Sementara di pasar reguler asing juga membukukan net buy sebesar Rp 774,54 miliar.

Asing mencatat net buy terbesar pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 574,1 miliar; PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 118,0 miliar dan PT Bank Mandiri (persero) Tbk (BMRI) Rp 50,2 miliar.

Sementara itu, net sell asing terbesar pada saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Rp 30,8 miliar; PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) Rp 23,9 miliar dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 23,2 miliar. (*)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved