Breaking News:

SAHAM

Menguat pada Pekan Terakhir Mei, Analis Prediksi IHSG Melemah di Awal Juni 2021

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mencermati, penguatan IHSG ini tidak akan berlangsung pada perdagangan di awal bulan Juni, Rabu (2/6). 

Menguat pada Pekan Terakhir Mei, Analis Prediksi IHSG Melemah di Awal Juni 2021
ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay
Pria memperhatikan Pergerakan harga sepengendali di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/1) lalu. IHSG pada awal Juni 2021 diprediksi tak sekuat perdagangan pekan lalu.

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Masuk zona hijau pada perdagangan terakhir bulan Mei, Senin (31/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 98,847 poin atau 1,69% ke level 5.947,46.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), mayoritas sektor di bursa memang bergerak menguat. Kenaikan paling signifikan dicatatkan oleh sektor teknologi hingga 8,66%. Kemudian disusul sektor infrastruktur dan sektor bahan baku yang terkerek masing-masing 3,50% dan 2,19%. 

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mencermati, penguatan IHSG ini tidak akan berlangsung pada perdagangan di awal bulan Juni, Rabu (2/6).  IHSG diprediksi bergerak cenderung melemah dengan level resistance 5.930 dan level support 5.750. 

Pergerakan IHSG diperkirakan lebih terbatas dengan mempertimbangkan indikasi overbought yang ditunjukkan oleh Stochastic RSI. Di samping itu, level penutupan Senin (31/5) berada pada kisaran resistance 5.950. 

"Faktor lain yang mendasari proyeksi tersebut adalah kecenderungan pelaku pasar yang sudah lebih dulu mengantisipasi strong US Manufacturing Indeks di bulan Mei 2021 dengan akumulasi beli pada perdagangan Jumat," jelas Vady, Senin (31/5).

Oleh karenanya, pada perdagangan hari Senin, akumulasi beli signifikan dicatatkan oleh saham-saham bank yang relatif berkaitan dengan pemulihan ekonomi.

Sementara sentimen dari dalam negeri, pelaku pasar akan mengantisipasi data inflasi dan indeks manufaktur yang lebih tinggi di Mei 2021. Data tersebut dapat memperkuat keyakinan pelaku pasar terhadap tercapainya proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 oleh Kementerian Keuangan RI yang dipatok 7,1% yoy hingga 8,3% yoy.

Untuk perdagangan Rabu (2/6), Valdy masih menyarankan investor untuk mencermati saham-saham perbankan seperti BBCA, BBNI, BMRI, BBRI, BRIS, dan BTPS.

Sebelumnya,  IHSG ditutup melesat 98,84 poin atau 1,69% ke level 5.947,46 pada perdagangan Senin (31/5). Kenaikan IHSG ini juga ditopang dengan aksi net buy asing di seluruh pasar.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Infokom, total volume perdagangan saham di BEI mencapai 21,63 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,99 triliun. Ada 297 saham yang menguat, 202 saham yang turun dan 148 saham yang stagnan.

Halaman
12
Editor: Rimna Sari Bangun
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved